KABAR MADURA | Dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak mampu membantu mengurangi beban cabang olahraga (cabor) dalam keikutsertaannya di event-event kejuaraan. Pasalnya, beberapa cabor masih harus mengeluarkan dana pribadi untuk berpartisipasi dalam beberapa event kejuaraan tersebut.
Pelatih Cabor Aeromodelling Pamekasan Rudi Hartono mengatakan, dana hibah yang didapat dari pemkab setempat cukup minim, yakni hanya Rp22,5 juta. Sehingga, pihaknya akan menggunakan dana tersebut untuk pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) latihan.
Terbaru, cabornya tersebut mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi. Sementara pada Agustus mendatang, pihaknya menyiapkan untuk ikut serta kejuaraan nasional.
“Untuk event (kejuaraan) bisa kami danai mandiri. Jadi, dana hibah tahun ini kami anggarkan untuk pembelian sarpras, itu pun seadanya,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Senin (8/7/2024).
Rudi menambahkan, pihaknya memaklumi atas minimnya dana hibah tersebut. Justru, pihaknya cukup mensyukuri dengan didapatkannya dana hibah itu, mengingat selama beberapa tahun terakhir tidak mendapatkan dana hibah sama sekali.
“Kondisi ini memang harus dimaklumi. Jadi yang Rp22,5 juta itu dibagi menjadi dua semester,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto mengutarakan, dana hibah untuk tahun ini senilai Rp1 miliar. Pembagiannya, berdasarkan kebutuhan di masing-masing cabor dan prestasi cabor.
“Pencairan dilakukan dua tahap. Tahap pertama, 50 persen dan sudah cair. Tahap kedua biasanya semester kedua,” jelasnya.
Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, meski terbilang minim, setiap cabor harus tetap menjaga kualitas para atlet. Namun. dirinya tidak menyangkal bahwa adanya pendanaan yang memadai merupakan salah satu langkah untuk mengoptimalkan kemajuan kualitas masing-masing cabor.
“Kondisi ini mengharuskan KONI dan cabor harus berpikir inovatif dan saling bersinergi. Jangan sampai hilang semangat karena dananya minim,” tutupnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





