Merasakan Langsung Keistimewaan Kota Madinah

Opini142 views

Oleh: Taufik Hasyim*)

Madinah adalah kota suci kedua umat Islam, karena di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW, yaitu manusia yang paling mulia, manusia yang karena penciptaannya menjadi sebab diciptakan alam ini, Nabi yang menjadi akhir zaman.

Selain itu, Madinah menjadi kota suci karena di kota inilah selama 13 tahun Nabi pertama kali membangun peradaban, membangun hukum dan dasar-dasar Islam. Oleh karenanya tak heran jika di kota ini banyak peninggalan sejarah, yang dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam sedunia untuk dijadikan acuan dalam membangun karakter iman, sebagai pondasi akhlak untuk pencapaian tujuan akhir hidup yaitu menjadi hamba yang mendapat rida dari-Nya.

Sebelum kedatangan Islam, Madinah merupakan kota yang tidak diperhitungkan oleh peradaban. Kota kecil ini disebut juga dengan nama Yastrib yang dihuni oleh beberapa qabilah/suku, di antaranya bani Qaiuqa’, bani Nadhir, bani Qraidlah, bani Auz, bani Khazraj, dll.

Di antara suku-suku ini selalu terjadi perselisihan yang tiada henti, sehingga meskipun banyak kebun kurma yang subur, jarang terlihat kemakmuran dan ketentraman, karena di antara suku yang ada, selalu mementingkan keuntungan dan harga diri sukunya masing-masing.

Setelah kedatangan Nabi, Madinah menjadi daerah yang tentram, aman, penuh toleransi, serta kerukunan yang terjamin di antara penududuknya. Hal itu berbeda jauh dengan Madinah sebelum kedatangan nabi, maka tak heran jika setelah Islam datang, Yasrib berganti nama menjadi Madinah al-Munawwarah (kota yang dipenuhi cahaya), yaitu cahaya kenabian Muhammad SAW dan cahaya Islam.

Dalam Hadis Shahih Bukhari di sebutkan. Dari ‘Aisyah Ra ia berkata: “ketika kami masuk, Madinah adalah negeri tempat bersarangnya penyakit, lalu Rasulullah berdoa: Ya Allah, berikanlah kecintaan kami kepada Madinah sebagaimana engkau berikan kecintaan kami pada Mekkah, atau lebih dari itu, dan bersihkanlah ia serta berkatilah kepada kami dalam makanan dan bekalnya, serta gantilah wabah penyakit ini dengan Juhfah.”

Selain keutamaan tersebut di atas, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Dajjal tidak bisa masuk ke Madinah. Bahkan, Umar bin Khattab ra, berdoa agar meninggal di tanah Madinah karena Rasulullah akan menjadi saksi bagi orang yang mati di Madinah.

Apalagi nabi bersabda banyak keberuntungan bagi orang yang datang ke Madinah dan berziarah ke makam Rasulullah sebagai berikut:
‎….من زارني بالمدينة محتسبا كنت له شفيعا يوم القيامة (أخرجه الطبراني والبيهاقي عن إبن عمر)
Artinya:
“Barang siapa berziarah padaku di Madinah karena berharap (syafaat), maka aku akan memberi syafaat padanya di hari kiamat.” (HR Thabrani dari Ibnu Umar)

‎….من زارني بعد وفاتي فكأ نما زارني في حياتي (أخرجه أبو داود والطياليسي في مسنده. ص :12 من حديث إبن عمرمرفو عا)
Artinya:
“Barang siapa ziarah setelah wafatku, maka seakan-akan dia ziarah pada waktu aku masih hidup.” (HR Abu Daud dan Al-Thayalisi dalam Musnadnya, hlm 12 dari Ibnu Umar berupa hadis marfu’)

Maka sungguh beruntung bagi orang yang bisa mendatangi/berziarah ke Madinah dan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah, karena ia sedang berada di Tanah Haram yang Dajjal saja tidak akan bisa memasukinya karena mulianya tanah Madinah.

Madinah juga merupakan tempat hidupnya para sahabat yang melihat langsung bagaimana Nabi mengajarkan slaat, puasa, dan semua amalan-amalan ibadah dalam Islam sehingga tak heran jika Imam Malik ra, menjadikan amalan penduduk Madinah menjadi dasar untuk istinbath hukum.

Kita tentunya berdoa, mudah-mudahan kita, keluarga kita, tetangga kita diberi kekuatan dan kesempatan oleh Allah untuk bisa datang dan berziarah ke kota Madinah al-munawwarah.
Di Madinah terdapat Masjid Nabawi, yaitu masjid Rasulullah dalam melaksanakan shalat lima waktu. Pada awalnya merupakan pondasi dari batu yang dindingnya dari batu bata serta tiang-tiangnya dari batang pohon kurma. Tinggi atapnya sekitar 5 hasta pada pembangunan pertama dan 7 hasta pada pembangunan ke dua. Atapnya berasal dari pelepah dan daun kurma yang berbentuk puncung dan atap gubuk.

Keutamaan masjid ini adalah bahwa salat di dalamnya, pahalanya melebihi seribu kali salat di masjid selainnya. Maka jika seseorang ingin memasukinya selayaknya untuk bersikap tawdlu’, khusyu’ dan penuh rendah diri,karena selain untuk masuk ke masjid, juga karena ada kuburan Nabi Muhamma SAW di dalamnya.
Keutamaan lain dari Masjid Nabawi adalah, bahwa barang siapa melakukan shalat fardlu berjamaah 40 kali terus menerus, maka ia akan terbebas dari api neraka, diselamatkan dari adzab dan dijaga dr sifat munafiq.

Ada cerita menarik tentang mimbar Nabi SAW. Diriwayatkan dari Imam ad-Darimi, bahwa jika Nabi berkhutbah beliau berdiri lama sekali, padahal mestinya saat itu beliau sudah tidak mampu untuk berdiri lama, karena itu beliau mendatangkan batang pohon kurma lalu menggali tanah untuk batang pohon kurma itu, sehingga ketika sedang berkhilutbah dan sudah terasa lelah, maka beliau bersandar pada pohon kurma itu.

Kemudian ada seseorang datang ke Madinah dan berkata: “seandainya aku tahu bahwa Muhammad itu akan menyetujui jika aku melakukan sesuatu yang bisa meringankan beliau, niscaya aku akan membuat majlis (mimbar) untuk beliau agar bisa berdiri tegak di atasnya, bahkan jika beliau sudi beliau bisa duduk dan jika mau, bisa juga untuk berdiri.” kemudian hal itu disampaikan pada Nabi SAW dan beliau mengatakan. “Coba kalian datangkan mimbar itu!” Lalu mereka mendatangkannya kemudian beliau memerintahkan untuk membuat 3 atau 4 anak tangga di mimbar itu, setelah mimbar itu selesai dan membuat nabi leluasa, saat itu pula beliau meniggalkan batang pohon kurma, tak lama setelah itu, pohon kurma tak henti-hentinya menangis dan meratap seperti untak meratapi anaknya.

Melihat kejadian itu, Nabi mendatanginya lalu memeluknya dan diamlah pohon kurma itu kemudian nabi memerintahkan untuk menggali lobang dan memerintahkan untuk menguburnya di lobang itu.

Di dalam Masjid Nabawi, terdapat Raudlah.
Dalam Hadis riwayat Imam Bukhari, bahwa Raudlah adalah sebuah tempat yang terletak di antara rumah Nabi dan Mimbar beliau dan merupakan salah satu taman dari beberapa taman surga, sehingga tempat ini merupakan tempat yang menjadi rebutan oleh para peziarah karena mustajab untuk berdoa.

*) Ketua PCNU Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *