KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan masih belum berencana mengaktifkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Aneka Usaha Mekkasen Makmur (AUMM). Pemkab masih akan melakukan persamaan persepsi dengan anggota DPRD Pamekasan.
Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan Masrukin menyampaikan, pihaknya masih akan melakukan evaluasi secara komprehensif untuk aktivasi PT. AUMM, utamanya dalam prioritas pengisian jajaran direksi dan regulasinya. Menurutnya, saat ini masih belum ada kesimpulan bersama untuk tindak lanjut, apalagi target harus selesai pada tahun ini.
Akan tetapi, kata Masrukin, yang jelas prosesnya akan dilakukan analisa-analisa yang mendalam, sebab muaranya diharapkan bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami harus hati-hati, karena ini juga bagian dari catatan-catatan evaluasi Pj. Jadi, ini harus dikomunikasikan dengan DPRD, biar persepsinya itu bisa sama, mana yang perlu diselesaikan dulu, manajemennya apa seleksi terbuka direkturnya. Semuanya kan ini sifatnya sementara,” jelasnya, Selasa (30/7/2024).
Mantan sekretaris DPRD Pamekasan itu menambahkan, status dari PT. AUMM saat ini masih nonaktif, lantaran tidak ada anggaran yang diperuntukkan untuk operasional BUMD tersebut.
“Istilahnya masih nonaktif, belum ada anggaran apapun, sambil menunggu manajemennya tertata rapi,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Pemkab Pamekasan sudah melakukan seleksi direksi PT. Aneka Usaha Mekkasan Makmur pada 2022 lalu.
Sementara sebelumnya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) PT. AUMM Ismail menegaskan, pembahasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda tentang PT. AUMM memang sengaja dihentikan. Sebab, pihaknya masih mempertimbangkan hasil audit internal dari PT. AUMM dan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Ini butuh perencanaan yang matang, keinginan eksekutif untuk aktivasi PT. AUMM memang ada, tetapi kami minta diskusi ke depan terkait target bisnis yang akan dikelola,” ungkapnya, (28/4/2024) lalu.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





