Menunggu Manuver Partai NasDem, Tak Rela Terjadi Calon Tunggal di Pilkada 2024

Pilkada305 views

KABAR MADURA | Menyikapi isu calon tunggal pada Pilkada Sumenep 2024, DPD Partai Nasdem Sumenep masih optimistis bahwa dinamika politik itu masih ada. Pasalnya, partai binaan Surya Paloh itu masih enggan berkoalisi dengan petahana.

Sekretaris DPD Partai NasDem Sumenep Hosaini Adhim menyampaikan, hingga saat ini masih belum ada rekomendasi dari DPP untuk memberikan sikap politik untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep ini.

“Kami pengurus DPD, bulum menerima rekom dari DPP, karena kan rekom itu domainya di DPP, kemana pun rekom DPP Nasdem itu, kami akan ikuti,” kata dia.

Tetapi sejauh ini, DPD Partai NasDem Sumenep telah mengusulkan beberapa nama, di antaranya ada Kiai Unais Ali Hisyam, Kiai Ali Fikri Warist, Aziz Salim Syabibi mantan Ketua DPD Partai NasDem Sumenep Moh Hosni, dan Suharinomo.

Baca Juga:  Aksi Damai DPD Nasdem Pamekasan, Protes Pemberitaan Tempo dan Bantah Isu Merger Nasdem-Gerindra

Jika berkaca pada nama-nama itu, DPD Partai NasDem Sumenep menginginkan adanya pertarungan politik. Artinya, isu aklamasi karena seluruh partai politik merapat ke petahana itu tidak benar-benar terjadi di Kota Keris ini.

“Nama itu yang kami bawa ke Nasdem Tower, sampai detik ini belum ada kabar, namun yang pasti waktu yang mepet ini, dalam waktu dekat, pasti rekom itu akan turun,” imbuhnya.

Hosaini Adhim juga mengutarakan, bahwa untuk membangun koalisi, pihaknya mengaku sudah berkomunikasi intens dengan PPP, Partai Gerindra dan beberapa partai lain yang belum merapat ke petahana Achmad Fauzi Wongsojudo.

Baca Juga:  Aksi Damai DPD Nasdem Pamekasan, Protes Pemberitaan Tempo dan Bantah Isu Merger Nasdem-Gerindra

“Apabila, ketiga partai itu jika Nasdem dan Gerindra masuk menjadi satu, maka jelas, itu nanti tiga partai itu akan bertemu maka otomatis demokrasi di Sumenep itu masih ada,” paparnya.

Sebab pihaknya memang berharap, tidak terjadi bumbung kosong di Pilkada Sumenep ini, karena bagaimanapun arah demokratisasi harus kawal bersama-sama.

Menurutnya, bertarung di kontes politik, bukan persoalan menang atau kalah, tapi bagaimana demokratisasi di Sumenep berjalan dengan baik dan benar.

“Kalau Nasdem sendiri, tidak menginginkan bumbung kosong seperti itu, semua insan Sumenep berakal sehat, tidak akan menerima Pilkda tanpa pemilihan,” pungkasnya.

Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *