Tuntaskan Amanah di AJM, M. Khairul Umam: AJP Wadah Perjuangan dan Rumah Kebanggaan Saya!

Berita, News87 views

KABAR MADURA | Setelah sukses menginisiasi terbentuknya forum koordinasi dan komunikasi insan jurnalis di Madura melalui deklarasi Aliansi Jurnalis Madura (AJM), Minggu (10/11/2024) lalu, M. Khairul Umam langsung menuntaskan amanah dengan membentuk koordinator masing-masing kabupaten di pulau garam.

Pada kegiatan deklarasi di Ballroom Hotel Gunawangsa, Surabaya kala itu, pria yang karib disapa Irul tersebut, mendapat amanah menjadi Koordinator Sementara AJM untuk kemudian mengemban amanah membentuk koordinator di masing-masing kabupaten, mulai dari Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan.

Tak berselang lama, Irul segera menuntaskan amanah forum tersebut dengan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) AJM yang ditempatkan di Hotel Odaita Pamekasan, Rabu (13/11/2024).

Hasilnya, forum menyepakati Yadi sebagai Koordinator AJM Sumenep, Kuswanto Ferdian di Pamekasan, Darul Hakim di Sampang, dan Agus di Bangkalan. Dengan terbentuknya koordinator masing-masing kabupaten itu, secara otomatis tugas Irul sebagai Koordinator AJM tuntas.

Irul menjelaskan, sedari awal penunjukan dirinya sebagai koordinator di AJM sifatnya hanya sementara dan tidak paten. Sebab kesepakatan bersama pada forum di Surabaya kala itu akan melakukan musyawarah lanjutan untuk menyepakati koordinator masing-masing kabupaten.

“Terima kasih kepada semuanya, mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, karena amanah forum AJM sudah selesai, maka saya yang semula diberi amanah Koordinator Madura menyatakan undur diri dan akan fokus pada rumah awal, yakni sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP),” tegasnya, Sabtu (16/11/2024).

Lebih lanjut Irul menegaskan, saat ini dirinya masih mengemban amanah yang lebih besar di organisasi jurnalis yang dianggap sebagai wadah perjuangan dan rumah kebanggaan bersama, yakni AJP.

Menurut Irul, menjadi bagian perjuangan dalam organisasi sebesar AJP merupakan suatu kehormatan, sehingga tidak ada alasan baginya untuk tidak maksimal saat pertama kali diberi amanah sebagai nakhoda organisasi profesi jurnalis yang berdiri sejak 2008 lalu.

Disinggung soal tudingan memiliki peran ganda sebagai Koordinator Jurnalis Pamekasan Bersatu (Jambu), Irul menjelaskan, sejatinya Jambu bermula dari grup WhatsApp saat akan menggelar aksi penolakan RUU Penyiaran ke DPR RI, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Pengurus AJP 2025-2027 Dikukuhkan, Komitmen Kawal Isu Lingkungan

Namun seiring waktu, wadah itu berkembang menjadi agenda rutinan pertemuan setiap tiga bulan antarjurnalis lintas organisasi di Pamekasan. Namun demikian, Irul memastikan akan menjadikan AJP sebagai fokus utama, sebab dirinya menilai AJP telah memberikan pendidikan berharga selama dirinya menekuni profesi jurnalis.

“Saya pribadi menyatakan keluar barisan untuk kegiatan Jurnalis Pamekasan Bersatu (Jambu). Ke depan saya akan lebih fokus untuk kegiatan AJP, karena bagi saya AJP adalah organisasi perjuangan dan wadah kebanggaan,” ujarnya.

Keputusan itu, lanjutnya, diambil sebagai bentuk keseriusan dirinya dalam mengemban amanah sebagai Ketua AJP. Kendati pun, Irul menyadari bahwa tidak ada pemimpin yang sempurna, semuanya butuh proses dan metamorfosis.

“Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru terbaik. Jadi seperti apapun badainya, kapal harus tetap berlayar. Pastikan orang yang bersamamu bukanlah ular yang sedang menyamar. Berlian tetaplah berlian meski dibuang dan diasingkan. Spirit Jurnalis (SJ),” tutupnya. (rul/nam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *