KABAR MADURA | Setelah Polres Sumenep sudah didemo beberapa waktu lalu, namun peristiwa kriminal yang meresahkan warga kembali terjadi. Peristiwa itu adalah aksi penjambretan yang dialami Novi Romdhani, warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi.
Kejadian naas itu dialami korban saat dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya menuju rumahnya. Tepatnya di jalan raya Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, di mana kondisi jalan sedang sepi. Saat itu korban dipepet oleh dua orang tidak dikenal. Tas Novi kemudian ditarik paksa oleh pelaku, yang sebelumnya memepet korban.
“Sempat terjadi tarik menarik, beruntung saya tidak sampai jatuh. Setelah berhasil mendapatkan tas saya, pelaku langsung melarikan diri,” jelas Novi.
Dia curiga pelaku memang sudah mengincar sebelumnya, karena dia dalam posisi baru pulang kerja dan sempat mengambil uang di ATM. Akibat kejadian itu, dirinya masih trauma. Sementara untuk pelakunya sampai sekarang belum diketahui.
Sementara itu Plt Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Sebab, belum ada laporan dari polsek setempat. Yang pasti, pihaknya akan terus menindak kejahatan apapun di wilayah hukumnya.
“Setelah saya konfirmasi ke polseknya, masih belum ada laporan yang masuk katanya,” paparnya.
Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Kabupaten Sumenep (BEMSU) berunjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, Rabu (11/12/2024). Polres Sumenep didemo lantaran dianggap cenderung lelet dalam mengatasi masalah kriminal.
Aliansi BEMSU menilai, kasus kriminal di Sumenep sudah semakin meresahkan masyarakat sehingga berpotensi menciptakan situasi kecemasan dan kewaswasan. (ara/waw)





