KABAR MADURA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan memprioritaskan pemenuhan anggaran rutin pasar untuk tahun 2025. Pasalnya, tahun ini anggaran yang teralokasikan cukup minim.
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Pamekasan Handiko Bayuadi mengatakan, anggaran rutin tahun ini yang diterima pihaknya hanya di bawah Rp200 juta untuk sejumlah pasar. Anggaran rutin itu meliputi bayar sampah, listrik, air, cetak karcis, dan lainnya.
“Untuk revitalisasi pasar tetap kami ajukan. Jumlah pengajuannya sama dengan yang tahun ini, yakni enam pasar. Karena pengajuan tahun ini tidak terkaver semua, jadi diusulkan lagi,” jelasnya, Senin (16/12/2024).
Sementara itu, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Faridi mengatakan, pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) pasar yang menyangkut kebutuhan penjual dan pembeli perlu ditingkatkan. Sebab, menurutnya, pasar menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar.
Sehingga dengan demikian, aktivitas jual beli di seluruh pasar bisa maksimal. Kata Faridi, masih banyak komponen yang perlu diperhatikan oleh dinas terkait mengenai pemenuhan sarpras pasar.
“Salah satunya, di Kolpajung kami lihat freezer kurang untuk kawasan penjual daging, karena di sana tidak ada colokan,” terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Selain memastikan kelengkapan sarpras, pihaknya juga menyinggung terkait kebocoran PAD yang rawan. Sehingga, dia menekankan agar ada inovasi layanan di sejumlah pasar, seperti penarikan retribusi berbasis digital.
“Kami akan lakukan sidak dan berkoordinasi dengan dinas terkait, agar keinginan masyarakat bisa teradvokasi,” tukasnya kepada Kabar Madura. (nur/zul)





