Penyelamatan yang dilakukan relawan kebencanaan tidak hanya sebatas tindakan heroik. Namun, ada kepedulian terhadap sesama manusia, meski tidak dikenal. Bahkan, kerap kali mereka harus menghampiri suatu bahaya untuk melakukan misi kemanusiaan. Kondisi seperti itu lah yang dialami oleh Lukman Nurul Hakim, relawan kebencanaan yang sering menghantam kondisi buruk di tengah laut demi menyelamatkan maupun mencari korban laka laut.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
“Rasa takut itu manusiawi. Tapi kami dan keluarga korban sama-sama memiliki harapan, korban yang hilang di laut bisa ditemukan, dalam keadaan hidup atau meninggal,” begitu kata Lukman menggambarkan dedikasinya sebagai relawan kemanusiaan. Ia menyadari, tugasnya sebagai relawan tidak mudah dan bahkan penuh bahaya. Namun, pria kelahiran 1994 itu tetap melakukannya dengan suka rela.
Setiap pengalaman Lukman saat melakukan penyelamatan korban laka laut cukup dramatis. Jauh dari darat dan terkadang harus menghadapi cuaca ekstrem di laut, tidak membuatnya kapok. Sebab, bagi pria yang beralamat di Jalan Gatotkoco, Kelurahan Kolpajung itu, ada kepuasan sendiri saat berhasil menemukan atau menyelamatkan korban yang hilang di tengah laut.
“Awal aktif jadi relawan pada tahun 2021 di FRPB. Jika ditanya kenapa memilih jadi relawan, jawabannya saya tidak tahu juga. Mungkin karena panggilan hati,” terangnya, Kamis (23/1/2025).
Proses evakuasi atau penyelamatan korban di laut memiliki tantangan tersendiri, terutama soal cuaca. Terkadang, saat awal operasi cuaca sangat baik. Namun, ketika di tengah laut cuaca berubah menjadi buruk. Sehingga mengakibatkan arus air laut cukup tinggi.
“Pernah kami melewati dari perairan Jumiang sampai Pulau Giliraja, Sumenep. Kondisi perairannya tidak stabil,” jelasnya.
Awal mula menjadi relawan, Lukman tidak mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. Sebab, dianggap terlalu membahayakan diri sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, akhirnya pria yang sudah bersertifikasi Potensi SAR Water Rescue itu kini didukung penuh dari keluarga tercinta.
“Keberhasilan saat bertugas adalah kesenangan tersendiri bagi relawan,” tukas Lukman kepada Kabar Madura. (zul)





