Mengenal Tradisi Semaan di Sumenep, Cara Warga Melahirkan Generasi Qurani

Ragam67 views

KABAR MADURA | Di setiap malam Jumat Kliwon di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep lantunan ayat suci alquran dikumandangkan seorang pembaca alquran atau khuffadz. Ratusan orang menyimak dengan seksama. Mereka juga mengoreksi jika terdapat kesalahan dalam bacaan termasuk makharijul huruf dan tajwidnya. Kegiatan itu dikenal dengan Semaan Alquran.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Tradisi Semaan Alquran yang diikuti ratusan orang itu digelar setiap bulan, tepatnya setiap malam Jumat Kliwon. “Kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap bulan di lokasi yang berbeda-beda,” kata koordinator Semaan Alquran Sumenep Mumbriadi, Selasa (11/2/2025).

Baca Juga:  Tera' Ta' A-dhemar

Menurutnya, tradisi Semaan Alquran ini tidak hanya sekadar membaca alquran, namun juga sebagai sarana memperbaiki dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

Mumbriadi menyebutkan, ada 156 khuffadz yang membaca bergantian. Setelah selesai membaca alquran, para khuffadz mulai berkumpul di satu tempat dan diakhiri dengan ceramah agama.

Dikatakan, tradisi Semaan Alquran ini diharapkan melahirkan generasi qurani. Selain itu, diharapkan pula dapat memberi dampak positif, baik secara spiritual maupun moral bagi para penghafalnya. “Apalagi hafal 30 juz itu jauh lebih bagus,” tegasnya.

Menurutnya, tradisi Semaan Alquran ini dirintis oleh KH. Sufyan Miftahul Arifin, Situbondo. Kemudian diteruskan oleh menantunya KHR. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin. “Alhamdulillah, saat ini, di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, mendapatkan giliran untuk melaksanakan kegiatan Semaan Alquran ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Sumenep Inisiasi Raperda Pembatasan Usia Media Sosial untuk Lindungi Anak

Lebih lanjut, Mumbriadi mengatakan, tradisi Semaan Alquran ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Desa Errabu, Kecamatan Bluto dan beberapa desa lainnya di Kota Keris. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *