KABAR MADURA | Perjuangan alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura berhasil didapatkan. Hal itu setelah dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 Tahun 2025 tentang UIN Madura.
Perpres yang diterima Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi itu secara resmi diserahkan kepada Ketua Senat Akademik UIN Madura Dr. Achmad Muhlis, dilanjutkan dengan syukuran bersama yang ditandai dengan pembacaan selawat dan pemotongan tumpeng, Rabu (28/6/2025).
Dr. Saiful Hadi menyampaikan, daya saing internasional melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berkarakter menjadi fokus spirit yang ingin diakselerasikannya. Sebab kampus menjadi instrumen motor penggerak perubahan di masyarakat.
“Ke depan punya tantangan bagaimana kampus menjadi pemacu dan pendorong akar pola perubahan di masyarakat; secara ekonomi bisa lebih meningkat, secara kesehatan akan menjadi lebih baik, atau pun aspek pendidikan terlayani dengan baik juga,” ujarnya.
Dijelaskan, terobosan yang ingin dilakukannya ialah dengan membuka program studi (Prodi) baru yang sesuai dengan perkembangan masa kini, yakni; teknik informatika dan teknologi informasi. Sebab dari sisi SDM sudah terpenuhi.
Lebih dari itu, tambahnya, progres dua Prodi tersebut saat ini sedang proses submit ke sistem yang tersedia. Harapannya, segera bisa dilengkapi dan bisa segera asesmen.
“Mudah-mudahan dengan waktu yang tidak begitu lama submit kami bisa diterima,” terangnya.
Diakuinya, pola kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri sudah dimulai sejak tiga tahun terakhir, makanya dia optimistis daya saing global akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perjuangannya ke depan.
“Tantangan internasionalisasi bisa terwujud agar UIN Madura bisa lebih baik, untuk bisa menghadirkan lulusan yang berdaya saing internasional,” imbuhnya. (rul/zul)





