KABAR MADURA | Pemimpin Redaksi (Pemred) Kabar Madura, Wawan Awalluddin Husna, menghadiri undangan launching majalah sekaligus dialog kebijakan lingkungan di Universitas Madura (Unira), Sabtu (6/6/2026).
Acara ini diinisiasi oleh Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Madura, sebuah organisasi yang selama ini aktif mewadahi dan mengadvokasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di wilayah Madura.
Dalam kesempatan itu, Wawan menekankan pentingnya peran pers, termasuk pers mahasiswa, dalam mengawal isu-isu ekologi.
Menurut sarjana hukum jebolan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu, pers tidak boleh absen dalam menyuarakan kelestarian alam dan harus berdiri di garda depan sebagai pilar pengawas.
“Pers harus hadir sebagai kontrol sosial dalam menyikapi kebijakan-kebijakan yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Ini semua demi masa depan generasi bangsa. Ketika lingkungan rusak, kehidupan generasi ke depan yang akan paling terdampak,” ujar Wawan di hadapan para awak pers mahasiswa.
Lebih lanjut, dialog ini juga membedah esensi kontribusi nyata yang bisa diberikan oleh pers mahasiswa. Sebagai agen perubahan di lingkungan akademis, ada beberapa solusi yang dapat ditawarkan oleh pers mahasiswa dalam menyikapi kebijakan publik yang buruk terhadap lingkungan antara lain.
Pertama, edukasi dan investigasi berkelanjutan. Yakni, menyajikan produk jurnalistik yang mendalam (investigative reporting) mengenai dampak nyata kerusakan lingkungan di sekitar kampus dan daerah, serta mengemasnya menjadi edukasi yang mudah dipahami publik.
Kedua, penyambung lidah masyarakat. Caranya ialah menjadi wadah bagi suara-suara masyarakat adat atau warga lokal yang terdampak langsung oleh kebijakan lingkungan, namun aspirasinya jarang tersentuh media arus utama.
Terakhir, advokasi melalui karya, yaitu menggunakan produk jurnalistik—seperti majalah yang baru saja diluncurkan—sebagai alat diplomasi dan desakan moral kepada pemangku kebijakan agar mengevaluasi regulasi yang merusak alam.
Melalui momentum peluncuran majalah dan dialog ini, PPMI Dewan Kota Madura diharapkan mampu memicu reposisi gerakan pers mahasiswa di Madura agar lebih peka, kritis, dan solutif terhadap isu-isu lingkungan demi menyelamatkan masa depan generasi mendatang. (nur)





