KABAR MADURA | Penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Pamekasan diproyeksikan dua rombongan belajar (rombel).
“Inventarisasi awal terdapat 53 siswa,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso, Senin (16/6/2025).
Menurutnya, lima dari 53 calon siswa tersebut sudah mengundurkan diri. Sebab, mereka lebih memilih berproses di pesantren sebagaimana masyarakat Pamekasan lakukan pada umumnya.
“Tidak semua orang bisa dijaring, jadi harus yang benar-benar keluarga miskin. Itu dari hasil data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN), yang kami turun ke lapangan,” paparnya.
Diakuinya, untuk lokasi Sekolah Rakyat sudah ditentukan di bekas gedung Akper Pamekasan dengan kapasitas dua kelas. Namun rombel-nya hanya fokus pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebagaimana yang direkomendasikan saat survei.
“Kalau dari sisi siswa sudah siap. Kaitanjya dengan yang lain jadi urusan pusat, seperti gedung, kepala sekolah, termasuk gurunya,” imbuhnya.
Diakuinya, Pemkab Pamekasan hanya memiliki kewenangan dalam penyiapan lokasi yang akan ditempati siswa yang masuk cakupan pada kategori Sekolah Rakyat. Penyiapan lainnya ditangani langsung oleh kementerian terkait.
“Informasinya, pertengahan Juli akan dimulai,” imbuhnya. (rul/zul)





