SKK Migas Jabanusa Dinilai Tidak Profesional, Diduga Memantik Situasi Tidak Kondusif

Berita214 views

KABAR MADURA | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Jabanusa diminta bertanggung jawab atas situasi tidak kondusif mengenai pemberitaan migas di Sumenep.

Beberapa minggu terakhir, pemberitaan migas di Sumenep sangat masif, terutama yang menyoroti rencana PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd yang hendak melakukan survei seismik 3D di wilayah perairan dangkal West Kangean, Sumenep.

Terhadap kondisi itu, pihak SKK Migas Jabanusa juga diminta bertanggung jawab lantaran dinilai bukan membantu meredam, melainkan malah memperkeruh suasana, demi survei seismik berjalan.

Misal, pada Rabu (25/6/2025), perwakilan SKK Migas mengirim rilis ke sejumlah media di Sumenep. Sayangnya, rilis yang dikirim itu bukan meredam pemberitaan yang masif, namun semakin memperkeruh suasana. Sebab, di rilis yang dikirim terdapat kalimat yang terkesan sarkas, seperti kalimat media provokatif dan menyebar fitnah.

Baca Juga:  Sumenep Bahas Tiga Raperda Strategis 2026, DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Kebijakan

Tidak hanya itu, tahun yang terdapat di rilis juga salah, yang semestinya 2025, tertulis 2026. Tentu, kesalahan remeh temeh hingga kalimat yang terkesan sarkas tersebut dinilai tidak selayaknya dikeluarkan atau dikirim oleh sekelas SKK Migas yang mewakili republik ini.

JJS Kabar Madura

“Kesannya memang kesalahan kecil, tapi tidak seharusnya terjadi,” kata anggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik.

Lanjut Holik, itu kesalahan dari KKS yang membuat rilis yang kemudian dilanjutkan ke SKK Migas. Seharusnya, rilis tersebut dilihat dan dikaji sebelum dilempar ke awak media.

“Harus dilihat dan dikaji dulu seharusnya, kalau ada yang salah atau kurang tepat, harusnya dikembalikan dulu ke KKS yang membuat. Kalau sudah, baru diteruskan ke media-media,” katanya.

Baca Juga:  Lima Koperasi Desa di Sumenep Dapat Mobil, Progres Pembangunan Masih Jalan di Tempat

Terhadap kondisi ini, politisi asal dapil Sumenep II itu mempertanyakan profesionalitas SKK Migas Jabanusa. Karena dinilai membiarkan dan bahkan ikut meneruskan hal-hal yang terkesan kurang tepat. Sebab rilis yang dikeluarkan jadi bumerang dan membuat suasana semakin tidak kondusif.

“Karena menurut kami, ada kalimat yang kurang tepat hingga jadi bahan sorotan teman-teman media. Bahkan, ada kesalahan tanggal,” pungkas politisi Gerindra tersebut.

Sementara itu, pihak perwakilan dari SKK Migas Jabanusa, Singgih Putra Perdana, tidak memberikan tanggapan saat dihubungi melalui WA dan hanya menjawab terima kasih dalam Bahasa Jawa. (ara/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *