KABAR MADURA | Kabar beredarnya beras oplosan di kalangan masyarakat kini semakin mencuat. Hal itu bermula dari adanya temuan pemerintah yang mengungkapkan bahwa ada 212 merek beras oplosan yang tidak memiliki kualitas sesuai standar dan regulasi yang ditetapkan.
Ratusan merek beras yang telah diinvestigasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri itu terbukti tidak memenuhi standar mutu, baik dari sisi berat kemasan, komposisi, hingga labelnya.
212 merek beras itu berasal dari empat produsen, yakni Wilmar Group dengan merek beras Sania, Sovia, Fortune, dan Siip. Kemudian dari PT Belitang Panen Raya dengan merek beras Raja Platinum dan Raja Ultima.
Lalu ada PT Sentosa Utama Lestari atau Japfa Group dengan merek beras Ayana. Kemudian, ada PT Food Station Tjipinang Jaya dengan merek beras Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos.
Kepala Bidang Pembinaan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Raihan Akbar mengatakan, hingga kini masih belum ada edaran dari pusat terkait pengawasan terhadap merek beras itu.
Menurutnya, apabila nanti sudah ada edaran resmi, pihaknya akan segera melakukan pemantauan ke sejumlah toko ataupun pasar.
“Untuk peredaran beras-beras yang dimaksud di Pamekasan kurang tahu, apakah ada atau tidak. Tapi jika sudah ada edaran, tim akan melakukan pemantauan,” terangnya, Selasa (15/7/2025). (nur/zul)





