KABAR MADURA | Di Madura, terdapat 266 gudang perusahaan rokok (PR). PR Cahaya Pro menjadi PR lokal yang paling banyak menyerap cukai hasil tembakau (CHT). Bahkan, bisa bersaing dengan PR Gudang Garam yang ada di Sumenep.
Pejabat Fungsional Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura Megatruh Yoga Brata menyampaikan, PR Cahaya Pro dari sisi penebusan CHT berada di urutan nomor dua paling banyak setelah PR Gudang Garam.
Setelah PR Cahaya Pro, disusul PR Satu Harapan Maju Jaya, PR Paku Alam, dan PR Sumber Urip yang banyak melakukan penebusan CHT.
“Gudang garam itu di Sumenep, PR lainnya berasal dari Pamekasan. Semuanya PR lokal, tapi yang tinggi masih Cahaya Pro,” paparnya, Kamis (24/7/2025).
Sementara itu, Owner Perusahaan Rokok Cahaya Pro Cahaya Pro H. Fathor Rosi mengatakan, penebusan tertinggi atas CHT itu sangat disyukurinya. Hal itu sebagai pertanda joma produksi rokoknya berjalan dengan baik dan diminati oleh masyarakat.
Untuk itu, dia terus berkomitmen untuk bisa meningkatkan kualitas produksi.
Kami terus bertekad untuk meningkatkan kualitas produksi, kami memiliki tujuan agar lebih baik lagi kedepannya,” terangnya.
Disampaikan Rosi, ia bertekad untuk terus mengenalkan produksi rokok lokal Madura yang memang dari sisi kualitas tembakaunya tak mampu ditandingi—kekhasannya oleh tembakau lainnya. Terlebih PR lokal bisa memiliki dampak langsung dalam upaya peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.
“Tembakau Madura itu kan paling bagus, bahkan dipakai oleh semua pabrikan,” tegasnya.
Diakuinya, penebusan CHT sejak 2022 memang berada di bawah Gudang Garam, sampai 2024 lalu. Terhadap itu, pihaknya terus meminta dukungan semua pihak agar usahanya bisa terus lancar dan kebijakan tentang produksi rokok ini bisa terus berpihak kepada pengusaha, khususnya pengusaha rokok lokal yang memiliki impian besar dalam memajukan daerahnya.
“Harapan kami kedepan kebijakan dari pajak cukai, diharapkan adil,” imbuhnya. (rul/ong/nam)





