Bonus Porprov Belum Cair, KONI Pamekasan Klaim Sudah Ajukan Rp1 Miliar Lebih

Olahraga, Berita121 views

KABAR MADURA | Kontingen Pamekasan pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 masih menanti pencairan bonus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Padahal, bonus tersebut telah dijanjikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian para atlet dan pelatih yang sukses menyumbangkan medali.

Tahun ini, tercatat ada 41 atlet dan pelatih yang bakal menerima bonus berdasarkan perolehan medali di ajang Porprov. Namun hingga akhir Juli ini, belum ada kejelasan kapan dana tersebut akan dicairkan.

Salah seorang atlet peraih medali perunggu cabang olahraga Hapkido, Rohimatul Maisyaroh, mengaku masih belum mendapat informasi lebih lanjut dari pemkab. Dia berharap pencairan bonus tahun ini bisa lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau berkaca ke pengalaman sebelumnya, enam bulan setelah pertandingan bonus baru cair dari pemkab. Kebetulan di tahun 2022 saya dapat medali juga, tapi di cabor silat. Tapi tahun ini semoga tidak selama itu,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Maisyaroh menilai pemberian bonus kepada para atlet berprestasi merupakan bentuk nyata dukungan dan penghargaan dari pemerintah daerah. Dia pun berharap ada alokasi anggaran yang jelas untuk keperluan tersebut.

JJS Kabar Madura

“Semua atlet tentu berjuang keras untuk bisa mengharumkan daerahnya. Jadi perlu support atau apresiasi dari pemkab, terlebih di antara kita ada yang harus biaya mandiri untuk melengkapi kebutuhan latihan sebelum pertandingan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto menjelaskan, pihaknya telah mengajukan anggaran bonus atlet dan pelatih kepada pemkab tidak lama setelah ajang Porprov IX berakhir. Namun, sejauh ini belum ada perkembangan informasi mengenai proses pencairannya.

“Tahun ini kami ajukan kurang lebih Rp1.030.000.000 untuk bonus atlet sekaligus pelatih. Atlet peraih medali emas dialokasikan mendapatkan Rp25 juta, peraih medali perak Rp15 juta, dan peraih medali perunggu Rp10 juta. Sementara alokasi untuk pelatih, separuh dari atletnya,” rinci Djohan.

Mantan ketua Askab PSSI Pamekasan itu juga mengungkapkan, bukan hanya bonus Porprov yang belum cair, tetapi juga bonus untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun lalu.

“Termasuk yang bonus PON tahun lalu, sampai sekarang juga masih belum ada kabar dari pemkab. Sebenarnya kalau bonus PON bukan kewajiban pemkab juga, tapi kalau Porprov bonusnya memang dari pemda,” tutupnya kepada Kabar Madura. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *