Santri IBS PKMKK Pamekasan Ukir Sejarah, Terbitkan Buku yang Ke-132-147

Pendidikan169 views

KABAR MADURA | Santri Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan kembali menunjukkan dedikasi tinggi di bidang literasi. Dengan semangat “Muda, Kreatif, dan Produktif”, mereka berhasil menerbitkan 15 judul buku terbaru secara serentak.

Pencapaian tersebut menambah deretan karya publikasi pesantren menjadi 132 hingga 147 judul buku.
Penerbitan 15 buku ini menjadi bukti nyata komitmen IBS PKMKK dalam meningkatkan kemampuan menulis santrinya.

Hal itu diwujudkan terutama melalui pilar program “One Activity One Paragraph”, yang secara konsisten mendorong santri untuk mengasah kemampuan menulis mereka dalam setiap kegiatan. Tak hanya itu, saat memasuki lobi utama IBS PKMKK, pengunjung akan langsung disuguhi pajangan buku-buku karya santri yang tertata rapi, menunjukkan semangat literasi yang mengakar di pesantren ini.

“Kami menerbitkan buku-buku santri sebagai bentuk penghargaan terhadap setiap karya santri dan mencatatkan buku-buku tersebut ber-ISBN,” ungkap Dr. KH. Achmad Muhlis, MA, selaku Direktur Utama IBS PKMKK. Pihaknya menambahkan, “Hal ini untuk mendorong setiap santri memiliki satu karya mandiri, setelah lulus dari lembaga kami.”

Baca Juga:  IHSAN Hadir di Sumenep, Jadi Wadah Besar Alumni Pesantren

Proses kreatif di balik karya-karya ini tidak instan. “Proses penulisan buku dimulai dari kelas tujuh, dan buku-buku ini baru lolos dalam tahapan terbit setelah 1 tahun,” jelas Heni Listiana selaku penanggung jawab program literasi IBS PKMKK. Para penulis muda ini, yang saat ini sedang belajar di kelas sembilan, telah menunjukkan dedikasi luar biasa.

Berikut adalah daftar 15 judul buku yang baru diterbitkan, mencerminkan keragaman tema dan pemikiran para santri: Mencari Aku di Dalam Aku oleh Arief Rohman Hakim; Khayalan yang Patah oleh Lin Asyiqoh Nafsani; Mencari Makna di Balik Kata oleh Barror Annabillutthorriq; Cahaya dan Keberanian oleh Mohammad Dhany; Bidadari Tak Bersayap oleh Ilham Alaikal Maghrobi; Di Tengah Hujan, Ada Sahabat oleh Isyraf Rizqullah Afroza; Tawa di Balik Persahabatan oleh Moh Fahri Wahyudi; Kertas Kecil oleh Mutmainnatul Munawaroh; Langkah Lilu oleh Arina Fitria; Lamunan Senja Laza oleh R. Ay. Aulia Mafaza; Lautan Biru dalam Tatapan oleh Azka Qonita Husna; Di Balik Senyum dan Canda oleh Riza Firnanda; Kedipan Waktu oleh Fania Oktavira Ashifa; Kisah Kasih Terindah oleh Reyhana Nazilla Putri; dan 10 Days with Safeena oleh Heni Listiana.

Baca Juga:  Temu Wali Santri sebagai Kontrak Sosial-Spiritual Pendidikan: Sinergi Guru, Orang Tua, dan Masyarakat dalam Membentuk Generasi

Pencapaian luar biasa ini tak hanya menunjukkan bakat terpendam para santri, tapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif melalui literasi. IBS PKMKK menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan dunia literasi di Indonesia, sekaligus menjadi bagian penting dalam memelihara kewarasan berpikir di tengah gempuran era teknologi yang serbacepat. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *