KABAR MADURA | Tim dosen Universitas KH. Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025.
Kegiatan ini mengusung skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yakni “Pendampingan Kualitas Rumput Laut Pasca Panen di Desa Pagar Batu Sumenep Menggunakan Teknologi SW Solar Dryer Mewujudkan Petani Rumput Laut Berdaya Saing”.
Ketua Tim PkM Ach. Zuhri menyampaikan, program yang berlangsung selama empat hari, Senin sampai Kamis (8–11/2025), diikuti oleh kelompok nelayan Kelana Desa Pagar Batu.
Dipaparkan Zuhri, pada hari pertama, tim menyerahkan alat SW Solar Dryer hasil inovasi dosen dan mahasiswa UNIBA Madura kepada nelayan. Lalu dilanjutkan dengan pelatihan manajemen perlakuan rumput laut kering berkualitas yang menghadirkan pengepul rumput laut dari Saronggi.
Pada hari kedua difokuskan pada praktik penggunaan alat dan evaluasi hasil pengeringan. Selanjutnya, pada hari ketiga peserta dilatih mengolah rumput laut menjadi produk UMKM kekinian siap jual.
“Di hari terakhir, kami melakukan uji coba pasar atas hasil olahan yang telah dibuat. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pendampingan penjualan produk ke toko, minimarket, hingga platform online store,” terangnya.
Zuhri juga menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI atas dukungan pendanaan hibah yang memungkinkan inovasi riset ini diterapkan langsung ke masyarakat.
“Dengan teknologi SW Solar Dryer, pengeringan rumput laut bisa lebih bersih, higienis, dan hanya membutuhkan waktu 6–8 jam, jauh lebih cepat dibanding cara tradisional yang memakan 2–3 hari serta rentan kotor. Kami berharap alat ini bisa meningkatkan daya jual dan daya saing petani rumput laut,” ungkap Zuhri.
Ketua kelompok nelayan Kelana, Mahira juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan UNIBA Madura. Sebab pihaknya banyak terbantu dan mendapatkan banyak hal yang baru soal rumput laut, mulai dari awal sampai ke pemasarannya.
Penyuluh Perikanan Sumenep Ida Dwi Suryani mengatakan, terhadap program tersebut pihaknya menilai program ini sangat bermanfaat karena bersentuhan langsung dengan masyarakat nelayan.
“Dengan adanya teknologi ini, proses pengeringan menjadi lebih cepat, bersih, dan hasilnya berkualitas lebih baik dibanding cara manual,” ujarnya.
Ditambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut Sumenep, melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dan penguatan usaha berbasis UMKM. (ara/ong)





