KABAR MADURA | Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengaku prihatin dengan kebakaran hebat yang melanda SDN Potoan Daja 2, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (5/10) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Satu ruang guru dan tiga ruang kelas hangus terbakar dalam peristiwa itu.
Bupati mengaku sudah mengkoordinasikan musibah tersebut dengan dinas terkait. Usai mendengar kebakaran gedung SD, dia langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Mohamad Alwi.
“Barusan sudah saya bicarakan dengan Pak Alwi. Kadisdikbud sudah punya terobosan untuk ke situ untuk segera dibangun,” tegas Bupati Kholil di sela-sela sarapan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama siswa SDI Matsaratul Huda, Senin (6/10/2025).
Pihaknya tidak ingin musibah tersebut membuat para siswa telantar. Mereka harus tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Sementara siswa ditampung di rumah penjaga SD, kemudian untuk proses rehab kita ajukan ke kementerian melalui dana revitalisasi,” terangnya.
Atas peristiwa bencana nanti tersebut, pohaknya minta surat keterangan bencana dari BPBD untuk diajukan ke pemerintah pusat. Kerugian sementara ditaksir Rp200 juta.
“Karena di situ ada laptop dan komputer. KBM tetap berlangsung makanya kita manfaatkan rumah penjaga SD sebelah untuk dimanfaatkan,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Nor Kholis, tukang kebun sekolah, api kali pertama muncul di ruang guru. Saat itu, saksi sedang mengambil daun pisang di seberang jalan dan mendengar suara seperti kayu terbakar.
“Saat menoleh ke arah sekolah, terlihat percikan api di ruang guru, kemudian cepat merembet ke ruang kelas I hingga kelas III,” tukasnya. (rul/zul)






