Diduga sudah Dijamu “Entertain” di Surabaya, Pejabat Sekretariat DPRD Sumenep Batalkan Pengadaan Tablet

Pemerintahan81 views

KABAR MADURA | Rencana pengadaan tablet Samsung Galaxy Tab S7 FE 5G di lingkungan Sekretariat DPRD Sumenep dengan nilai pagu Rp500 juta sempat menuai polemik. Pasalnya, salah seorang penyedia asal Sidoarjo mengaku dirugikan karena proyek yang semula dijanjikan tak kunjung terealisasi hingga saat ini.

Penyedia tersebut mengaku, sejak awal dirinya optimistis lantaran komunikasi dengan pihak sekretariat DPRD berjalan cukup intens. Bahkan, Sekretaris DPRD Sumenep Yanuar Yudha Bachtiar disebut sempat memberikan sinyal positif mengenai rencana pengadaan perangkat digital tersebut.

“Awalnya saya percaya karena pembicaraan dengan pihak sekretariat cukup lancar. Tapi ternyata tidak ada kejelasan sama sekali,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga:  Lima Koperasi Desa di Sumenep Dapat Mobil, Progres Pembangunan Masih Jalan di Tempat

Dia juga mengaku sudah mengeluarkan sejumlah biaya tambahan demi menjaga hubungan baik dengan pihak sekretariat, termasuk dalam bentuk fasilitas “entertain” ketika pejabat sekretariat melakukan kunjungan ke Surabaya. Namun, belakangan, rencana pengadaan tersebut dipastikan tidak pernah terealisasi.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar menegaskan bahwa tidak ada kegiatan pengadaan tablet di lingkungan sekretariat pada tahun berjalan.

“Kami pastikan pengadaan itu tidak pernah terjadi. Sebab, memang pengadaan tablet tersebut tidak terlalu urgen untuk menunjang tugas-tugas kedewanan,” tegas Hairul Anwar saat dikonfirmasi.

Menurutnya, setiap program atau kegiatan di lingkungan sekretariat DPRD harus disesuaikan dengan kebutuhan prioritas lembaga, serta mengedepankan prinsip efisiensi dan transparansi penggunaan anggaran.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Dukung WFH ASN, Dinilai Efisien dan Ramah Lingkungan

“Kegiatan di sekretariat seharusnya diarahkan untuk memperkuat dukungan administratif dan fungsi kedewanan, bukan pada hal-hal yang belum mendesak,” ujarnya.

Dengan kepastian dari Komisi I DPRD Sumenep, rencana pengadaan tablet senilai Rp500 juta tersebut kini dipastikan tidak berjalan, sekaligus menegaskan bahwa kebutuhan digitalisasi kedewanan masih bisa dioptimalkan dengan sarana yang ada saat ini.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumenep Yanuar Yudha Bachtiar enggan berkomentar bahkan memasrahkan ke Komisi l DPRD Sumenep. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *