KABAR MADURA | Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Madura Erie Hariyanto mempresentasikan “Social Delegitimation of Religious Obligation: Zakat, Infaq, and Shodaqoh Traditions among Transnational Madurese Migrant Workers of Indonesia-Malaysia” pada ajang konferensi internasional The 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
Konferensi yang mengangkat tajuk ‘Harmony in Turbulence: The Intersection of Faith, Climate Justice, and Global Peace’ ini berlangsung pada tanggal 1–2 Oktober 2025. Artikel yang dipresetasikan merupakan riset dengan pendanaan dari LPPM Universitas Islam Negeri Madura tentang peta dan problematika buruh migran di malaysia dari sisi sosial, ekonomi, hukum, dan politik dengan Anggota Peneliti.
Erie memaparkan beban ganda yang dmiliki Pekerja Migran Indonesia di Malaysia perlu dicarikan solusi hukum dan fikih lintas negara
Konferensi ini juga dirangkaikan dengan beberapa agenda.
Antara lain diskusi dan launching buku ‘Travelling Home: Essays on Islam in Europe’, PCINU Summit yang dihadiri Diaspora Indonesia yang tinggal di Eropah dan perwakilan Presenter serta panelis dari lima benua serta pada pada Hari kedua Kamis, 2 Oktober 2025, bertempat di Engelse Zaal, Gedung Akademi, Broerstraat 5, Groningen.
Erie Hariyanto mewakili institusi UIN Madura untuk penjajakan kerja sama akademik dan penelitian dengan Universitas Groningen, sekaligus memperkuat hubungan internasional universitas di kawasan Oseania, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Dari Pihak Universitas Groningen dihadiri Mr. John Falvey, International Policy Advisor untuk kawasan Oseania, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
Melalui kegiatan ini, akan ada tindak lanjut MOU dan MOA UIN Madura dan Universitas Groningen dalam bidang tridharma perguruan tinggi, dalam memperluas jaringan kemitraan global dan mendorong pertukaran pengetahuan lintas negara untuk memperkuat kolaborasi akademik dan riset internasional di masa mendatang
Hari ke-tiga Jumat 3 Oktober 2025 bertempat di House Indonesia di Amterdam Belanda dihadiri Duta Besar, Adikbud dan para Narasumber dilakukan konferensi internasional yang mengambil tema “Beyond the Spirit of Bandung: Secular West – Religious East?” mengugah hubungan semangat KTT Asia-Afrika dibandung pada tahun 1955.
Rangkain selanjutnya, Erie Hariyanto bersama tim yang tergabung dalam World Moslem Studies Center (Womester) setelah dari kegiatan Belanda juga melakukan serangkain lawatan dinegara Jerman, Swiss, Prancis, Itali dalam pengamatan/penelitian tentnag kesadaran pelestarian lingkungan dan model pengembangan pariwisata di negera-negara Eropah dan beberapa hal yang bisa dijadikan contoh di Negara Indonesia: Suasana Akademik dan Perputakaan di beberapa sekolah-kampus, Kebersihan dan kesadaran warga, budaya berjalan kaki dan bersepeda, keunggulan tranportasi umum dan fasilitas kota, ketertiban dan disiplin warga, pembatasan kendaran bermotor, instruken pajak untuk pemerataan pendapatan warga. (rul/zul)






