Puluhan Sekolah di Sampang Terima Revitalisasi, Disdik Diminta Tidak Lepas Tangan

Pendidikan122 views

KABAR MADURA | Puluhan satuan pendidikan di Kabupaten Sampang dipastikan menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat pada tahun 2025. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp33,6 miliar untuk mendukung perbaikan sarana prasarana pendidikan.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat 37 lembaga yang menjadi sasaran program tersebut. Rinciannya, empat lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), 14 sekolah dasar (SD), 12 sekolah menengah pertama (SMP), dan tujuh sekolah menengah atas (SMA).

Program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas, perbaikan perpustakaan, pembangunan unit kesehatan sekolah (UKS), toilet dan sanitasi, hingga area bermain dan fasilitas penunjang lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Fedeli mengaku tidak terlibat langsung dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa bantuan disalurkan langsung dari pemerintah pusat ke sekolah penerima dan dikelola secara swakelola.

Baca Juga:  Menuju SPMB 2026/2027, Disdikbud Pamekasan Minta Sekolah Matangkan Persiapan

“Kami memang tidak ikut-ikut mengawasi pelaksanaan di bawah, karena sudah ada konsultan dan fasilitator dari pusat,” ujarnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Meski begitu, Fedeli tetap mengingatkan sekolah agar menjalankan proyek sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan mengutamakan kualitas pekerjaan. 

“Kami hanya mengingatkan agar pihak sekolah tidak main-main dengan kualitas, harus sesuai dan selesai tepat waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Garda Kawal Sampang (GKS) H. Tohir menilai Disdik Sampang tetap berkewajiban melakukan pemantauan. Menurutnya, meski program berasal dari pusat, pengawasan daerah tak boleh dikesampingkan.

Baca Juga:  Hardiknas 2026 di Sampang, Wabup Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berkualitas

“Mestinya Disdik ikut mengawasi juga, karena puluhan sekolah penerima ini berada di bawah naungannya,” ujarnya.

Dia menekankan, pagu anggaran yang diterima tiap sekolah tergolong besar, mencapai Rp800 juta hingga Rp1 miliar, bergantung pada kebutuhan dan item pekerjaan. Karena itu, dia mendesak agar pengawasan diperketat untuk mencegah penyimpangan.

“Kami tekankan agar pengawasan program revitalisasi ini ditingkatkan. Disdik jangan hanya diam, harus terlibat aktif memantau dan mengawasi,” pungkasnya. (sub/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *