KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat langkah pencegahan terhadap maraknya praktik perjudian online yang kini menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan muda.
Salah satu upaya strategis tersebut dilakukan dengan menggandeng Kepolisian Resor (Polres) Sumenep menggelar Deklarasi dan Sosialisasi Pencegahan Judi Online (Judol) bertema “Mari Wujudkan Digital Sehat Tanpa Judi Online”.
Kegiatan yang diikuti perwakilan OPD, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga insan media itu berlangsung serentak di seluruh Jawa Timur secara luring dan dalam jaringan (Zoom meeting).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam sambutan virtualnya menyampaikan apresiasi atas sinergi Pemkab dan Kepolisian dalam menjaga masyarakat dari ancaman kejahatan digital tersebut.
“Ini bagian dari komitmen kami bersama aparat penegak hukum untuk mencegah perjudian online. Sumenep harus bersih dan sehat secara digital. Tidak boleh ada ruang bagi praktik yang merusak moral dan ekonomi rakyat,” tegas Bupati Fauzi.
Menurutnya, judi online merupakan kejahatan yang tidak kasat mata, tetapi dampaknya nyata, menggerus ekonomi keluarga, memicu kriminalitas, dan merusak masa depan generasi muda.
“Pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat harus bersatu,” tambahnya.
Bupati Fauzi juga menekankan pentingnya edukasi dan pengawasan penggunaan internet di lingkungan keluarga sebagai benteng awal menangkal ajakan atau godaan judi online.
Deklarasi bersama ini menjadi bagian dari gerakan pencegahan berkelanjutan yang dilakukan Pemkab Sumenep bersama Polres, tidak hanya melalui sosialisasi, tetapi juga penguatan regulasi dan penindakan tegas terhadap bandar maupun pemain judol.
Pemkab berharap gerakan digital sehat ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya judol, mendorong pelaporan dini aktivitas perjudian dan menguatkan pengawasan penggunaan gawai di rumah dan sekolah
Dengan langkah kolaboratif tersebut, Pemkab Sumenep dan jajaran kepolisian berkomitmen menjaga ruang digital tetap aman dan mencegah munculnya dampak sosial yang lebih luas.
“Ini bukan acara seremonial. Ini peringatan keras untuk para pelaku: hentikan sebelum kami bertindak,” pungkas Bupati Fauzi. (ara/waw)





