Haul Ronggosukowati, Momentum Teladani Kepemimpinan Leluhur

Berita51 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar Haul Panembahan Ronggosukowati di Masjid Jamik Asy Syuhada, Senin malam (3/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-495 Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman menegaskan, haul bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan pendiri Pamekasan, yakni Panembahan Ronggosukowati.

“Haul ini adalah ritual kebudayaan dan keagamaan yang menjadi penanda bahwa kita, generasi penerus, tidak pernah melupakan akar sejarah dan jasa besar para pendahulu kita,” ujarnya, Senin (3/11/2025). 

Dikatakan, Panembahan Ronggosukowati merupakan sosok sentral dalam pembentukan peradaban Pamekasan sekaligus raja pertama yang secara terbuka mengembangkan dan menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh rakyatnya. 

Baca Juga:  Pembangunan Gedung Kesenian Pamekasan Mulai Ada Titik Terang, Wabup Pastikan Terealisasi Tahun Ini

Selain itu, kata pengasuh Pesantren Matsaratul Huda itu, Panembahan Ronggosukowati juga dikenal sebagai pemimpin visioner yang mempersatukan wilayah dan memindahkan pusat pemerintahan ke Pamekasan.

“Harjad Kabupaten Pamekasan yang kita peringati setiap 3 November merupakan momen bersejarah naiknya Panembahan Ronggosukowati sebagai pemimpin yang memiliki visi besar, yakni Mekkas Jatna Paksa Jenneng Dibi’, yang artinya memerintah dengan kemampuan sendiri, mandiri, dan bermartabat,” ungkap Kiai Kholil. 

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani tiga nilai utama kepemimpinan Panembahan Ronggosukowati, yakni kepemimpinan berlandaskan iman, semangat persatuan, dan visi pembangunan yang jelas. Semangat itu selaras dengan tema Hari Jadi ke-495 tahun ini, Pamekasan Kreatif dan Maju.

Baca Juga:  PMII UIN Madura Ungkap Persoalan MBG, dari Kualitas Menu hingga Administrasi SPPG

Kiai Kholil juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Haul Panembahan Ronggosukowati sebagai momentum refleksi dan doa bersama bagi kemajuan Pamekasan.

“Jika Panembahan Ronggosukowati mampu membangun peradaban dan menyebarkan Islam secara kreatif, maka kita hari ini harus bisa menciptakan birokrasi yang melayani, mengembangkan ekonomi kerakyatan, dan menjaga nilai-nilai keagamaan,” tutupnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *