KABAR MADURA | Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Bie Queen akhirnya keluar. Sebelumnya, menu MBG dari dapur ini diduga menjadi penyebab 9 siswa SD Negeri Toronan 1 mengalami keracunan pada Rabu (15/11/2025) lalu.
Berdasarkan hasil uji yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, ditemukan bakteri Bacillus cereus dan jamur pada sampel makanan yang menyebabkan gejala keracunan, seperti muntah-muntah. Mikroorganisme itu umumnya muncul akibat makanan yang tidak higienis atau penyimpanan yang tidak sesuai standar.
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin menjelaskan, terdapat beberapa sampel yang diambil untuk keperluan uji laboratorium, di antaranya nasi, telur, muntahan siswa, serta sejumlah sampel pendukung lainnya.
“Hasil lab menunjukkan, memang ditemukan mikroorganisme yang menyebabkan keracunan,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Menindaklanjuti temuan itu, lanjut dr. Saifuddin, pihaknya telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada dapur MBG yang bersangkutan. Salah satunya ialah memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan izin sanitasi, mulai dari kebersihan dapur hingga kehigienisan pengelola.
Selain itu, Dinkes Pamekasan juga telah melakukan asesmen ulang dapur MBG tersebut. Menurutnya, seluruh rekomendasi yang diberikan telah dijalankan dengan baik.
“Sudah dilakukan asesmen ulang, dan hasilnya baik. Rekomendasi dari kami dilakukan oleh mereka,” terangnya.
Saifuddin menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mengawasi kelayakan menu MBG sebelum didistribusikan, baik dari penyedia atau pengelola makanan maupun pihak sekolah. Langkah ini diperlukan untuk mencegah kasus serupa terulang.
“Kami berharap semua berperan, pihak sekolah juga waspada. Kalau dirasa makanan sudah tidak normal, ditangguhkan. Begitupun dapur MBG-nya, harus memenuhi persyaratan,” tutupnya. (nur/zul)





