KABAR MADURA | Memasuki musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan meningkatkan sistem pengelolaan sampah. Sebab, tumpukan sampah di musim hujan cenderung lebih cepat menimbulkan masalah, seperti mempercepat pertumbuhan bakteri hingga memicu terjadinya genangan air.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Pamekasan M. Selamet Djauhari mengatakan pihaknya memaksimalkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani persoalan sampah, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun bersama pihak ketiga.
“Misal sampah di kawasan perairan, biasanya kita ada kerja sama dengan OPD terkait untuk melakukan bersih-bersih bersama. Atau di desa dan kecamatan, kita maksimalkan dikoordinasi,” jelasnya kepada Kabar Madura, Selasa (11/11/2025).
Selamet mengakui, kesadaran masyarakat untuk tertib membuang sampah masih tergolong rendah. Kondisi itu terlihat dari masih banyaknya tumpukan sampah di ruang publik, seperti di pinggir jalan maupun di sungai. Karena itu, DLH kini menerapkan sistem pengangkutan sampah yang lebih intensif, terutama di musim hujan.
“Kita ada satgas khusus untuk mengangkut sampah-sampah yang ditimbun itu,” tambahnya.
Selain memperkuat pengangkutan, lanjut Selamet, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Edukasi itu dilakukan melalui penyuluhan langsung maupun pemasangan banner imbauan di berbagai titik.
“Target kami segala persoalan sampah bisa teratasi semua, terlebih saat musim hujan ini, agar tidak ada bencana yang disebabkan oleh sampah,” tutupnya. (nur/zul)





