Pemilihan Duta Genre 2025: Pemkab Pamekasan Tekankan Pentingnya Pembinaan Remaja di Era Digital

Berita142 views

KABAR MADURA | Grand final Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Pamekasan 2025 berlangsung meriah. Acara yang digelar di Aula PKP RI, Sabtu (29/11/2025), itu menjadi puncak dari rangkaian seluruh tahapan seleksi pemilihan Genre tahun ini.

Sebanyak 82 peserta dari jenjang SMA/SMK sederajat hingga mahasiswa yang mengikuti seleksi awal pemilihan itu. Setelah melalui penyisihan yang dimulai 22 November 2025 lalu, kini terdapat 10 pasang finalis putra dan putri tampil untuk memperebutkan posisi Duta Genre 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Pamekasan Saudi Rahman mengatakan, pemilihan Duta Genre tahun ini difokuskan pada penguatan peran remaja dalam mendukung sosialisasi program Keluarga Berencana (KB).

Baca Juga:  Distribusi MBG di SDN Murtajih 1 Pamekasan Terhenti Sementara

Menurut dia, kehadiran Duta Genre tidak hanya menjadi duta simbolik, namun juga diharapkan mampu meningkatkan edukasi dan kampanye isu-isu kependudukan di kalangan remaja.

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan mengembangkan citra positif remaja serta memperluas jaringan kemitraan antara pemerintah daerah dan komunitas remaja dalam pelaksanaan program pembinaan remaja.

JJS Kabar Madura

“Pemilihan ini berjenjang. Duta yang terpilih akan diikutkan ke pemilihan Duta Genre tingkat Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Taufikurrahman menegaskan, pembinaan remaja perlu diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Baca Juga:  Tepuk Tangan dan Mutu Pendidikan

Dia menyebut, kenakalan remaja masih dipengaruhi beragam faktor, sehingga diperlukan pendampingan yang lebih intensif melalui peran aktif Genre.

Menurut Taufik, peran Genre sangat dibutuhkan dalam tiga fokus utama pembinaan remaja, yakni pencegahan pernikahan dini, pencegahan seks bebas, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Di Pamekasan, angka pernikahan dini masih terbilang tinggi. Maka melalui peran genre inilah, mereka diharapkan mampu menekan angka tersebut. Karena pembinaan remaja saat ini sangat penting untuk menyongsong Indonesia emas di tahun 2045,” tukasnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *