Bawang Mas Center Raih AJP Award 2025 atas Dedikasi Bangun Rumah Yatim-Duafa dan Peduli Pendidikan

Berita66 views

KABAR MADURA | Komitmen panjang Bawang Mas Center (BMC) dalam gerakan sosial kembali mendapat pengakuan publik. Lembaga yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan itu resmi dianugerahi penghargaan AJP Award 2025 sebagai Lembaga Inisiator Bangun Rumah Yatim-Duafa dan Peduli Pendidikan oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Selasa (9/12/2025).

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi BM Center dalam memacu perubahan sosial, khususnya bagi warga kurang mampu. Selama empat tahun terakhir, lembaga ini terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.

Salah satu program yang paling dikenal adalah pembangunan rumah layak huni bagi keluarga miskin. Ribuan rumah telah berdiri tanpa dipungut biaya sepeser pun, menjadi tempat tinggal baru yang lebih aman dan layak bagi penerimanya.

Baca Juga:  Pegadaian Syariah Jokotole Pamekasan Gelar Seminar Emas, Edukasi Nasabah Soal Investasi Aman

Upaya tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi hunian, tetapi juga menghadirkan kembali harapan bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

Owner BMC H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her menegaskan, semangat kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dari setiap langkah yang dijalankan lembaganya.

JJS Kabar Madura

“Meskipun bukan pemerintah, spirit kemanusiaan harus tetap terjaga,” ujar Haji Her.

Di luar program rumah layak huni, BMC juga aktif dalam berbagai misi sosial lainnya. Mulai dari penggalangan bantuan untuk masyarakat Palestina, renovasi infrastruktur jalan, perbaikan masjid dan musala, hingga pembangunan fasilitas umum. Semua dilakukan dengan orientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Baca Juga:  Konfercab Berjalan Lancar, H. Badri Khumaini Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pamekasan 2026-2030

Di sektor pendidikan, BM Center terus berupaya mendorong pemerataan akses belajar. Program beasiswa bagi pelajar dari keluarga kurang mampu menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

Haji Her menambahkan, penghargaan yang diterima bukanlah tujuan utama. Baginya, keberkahan dari langkah-langkah kebaikan jauh lebih berarti.

“Penghargaan terpenting adalah ketika setiap langkah baik kita diterima oleh Allah,” tukasnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *