KABAR MADURA | Ribuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di Pamekasan tampak memadati halaman Mandhapa Agung Ronggosukowati untuk dilantik sebagai ASN, Rabu (17/12/2025). Dari 4.160 orang yang berhasil mendapat SK, 722 orang lainnya terdiri dari formasi guru.
Bagi mereka, pelantikan tersebut tidak hanya sebatas seremoni administratif saja, namun, merupakan penanda dari perjalanan panjang yang setiap tahun diperjuangkan. Hal itu salah satunya dirasakan oleh Moh. Alfan Arisandi, seorang guru agama di SD Negeri Trasak 1.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Jauh sebelum menyandang status barunya sebagai PPPK paruh waktu seperti saat ini, Alfan berkali-kali mencoba peruntungan melalui seleksi CASN. Namun, hasilnya selalu sama, yakni gagal. Meski demikian, pria kelahiran 1987 itu tidak pernah berhenti berharap.
“Mulai honorer sejak tahun 2019. Tapi sebelum itu, juga sering daftar-daftar tes CASN. Akhirnya terjawab hari ini,” terangnya, Rabu (17/12/2025).
Sebelum benar-benar bertugas menjadi pendidik, kata Alfan, dirinya lebih dulu telah menjalani berbagai macam pekerjaan untuk kesejahteraan sosialnya. Gudang tembakau pernah menjadi tumpuannya dalam mencari nafkah, begitu pun dengan sawah yang dia garap.
Pada akhirnya, kesempatan menjadi guru honorer menjadi titik balik. Kendati dengan keterbatasan penghasilan dan status yang belum pasti, Alfan menjalaninya dengan penuh dedikasi. Sebab baginya, mengajar tidak hanya sebatas profesi, tapi panggilan untuk berkontribusi bagi masa depan generasi muda.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya berbuah manis saat ia resmi dilantik sebagai PPPK paruh waktu. Momen itu menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesabaran tidak pernah sia-sia. Alfan berharap, kontribusinya sebagai guru bisa memberi dampak positif yang lebih luas untuk masyarakat.
“Ini merupakan awal tanggung jawab yang lebih besar. Semoga dengan status baru ini, kesejahteraan kita lebih terjamin dan semangat mengemban tugas,” tutup pria asal Dusun Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis itu. (zul)





