Tidak Cepat Ditemui, Aksi Demo HMI Tagih Janji Bupati Bangkalan Sempat Ricuh

Berita71 views

KABAR MADURA | Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menggelar aksi demonstrasi untuk menagih janji politik Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Senin (19/1/2026). Aksi itu berlangsung di depan Kantor Bupati Bangkalan.

Dalam aksi itu, massa demonstran sempat berusaha memaksa masuk ke area Kantor Bupati Bangkalan karena tidak cepat ditemui oleh Bupati Lukman Hakim. Situasi pun memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan pukul antara massa dengan aparat keamanan.

Bahkan, aparat penegak hukum (APH) menyemprotkan air menggunakan water canon untuk membubarkan massa aksi. Tindakan itu menyebabkan sound system milik massa aksi rusak. Selain itu, bentrokan juga mengakibatkan sejumlah peserta aksi mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Korwil BGN Pamekasan Buka Suara soal Distribusi MBG SDN Murtajih 1 Terhenti

“Kami menuntut janji politik bupati, tapi kami dihalang-halangi APH, sehingga bentrok. Atribut kami sampai rusak. Tiga anggota kami juga mengalami luka-luka,” ujar Isro’ Mi’roj, korlap aksi.

Dalam aksi tersebut, aktivis HMI menyinggung keseriusan Bupati Lukman Hakim dalam merealisasikan visi dan misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Mereka menuntut peningkatan kinerja birokrasi dalam pelayanan publik hingga ke tingkat paling bawah, penataan sistem tata kelola pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, serta perbaikan infrastruktur sekolah di seluruh Kabupaten Bangkalan.

Selain itu, massa aksi juga mendesak pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan sesuai janji politik, meningkatkan pelayanan kesehatan, menyelesaikan persoalan sampah, serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para petani.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran, Perpustakaan Bangkalan Tidak Tambah Buku Baru Tahun Ini

“Kami juga meminta penertiban retribusi pajak daerah dan menuntut transparansi serta keterbukaan penyaluran dana CSR,” jelasnya.

Dia menegaskan, apabila tuntutan itu tidak diindahkan atau tidak terealisasi dalam waktu 7×24 jam, maka akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Korlap aksi mengaku akan menunggu tindak lanjut dari Bupati Bangkalan hingga seluruh tuntutan tersebut mendapat respons yang jelas. (km95/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *