Dugaan MBG Mengalir ke Sekolah Fiktif, SPPG Shavina Shavira Jadi Sorotan

KABAR MADURA | Dugaan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah fiktif mencuat dan menyeret nama SPPG Shavina Shavira. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Madura, SPPG tersebut yang menyalurkan MBG ke SDN Batuporo Timur 1 sejak September 2025.

Namun pihak SPPG mengklaim rutin mengirim MBG ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batuporo Timur 1 karena siswanya masih aktif melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait validitas data penerima manfaat serta mekanisme verifikasi dan pengawasan dalam distribusi MBG.

Aktivis pendidikan Sampang, Taupik, menilai penyaluran MBG seharusnya hanya diberikan kepada sekolah yang benar-benar aktif, baik secara administrasi maupun faktual di lapangan. Menurutnya, jika bantuan disalurkan ke sekolah yang tidak menjalankan proses pembelajaran, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara dan menyimpang dari tujuan utama program MBG.

Baca Juga:  PMII UIN Madura Ungkap Persoalan MBG, dari Kualitas Menu hingga Administrasi SPPG

“Sangat sulit diterima akal sehat apabila pihak SPPG tidak mengetahui kondisi riil sekolah penerima manfaat MBG. Ini perlu dipertanyakan, bagaimana proses verifikasi lapangan yang mereka lakukan,” ujar Taupik, Jumat (23/1/2026).

Taupik menambahkan, dugaan ini harus segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar tidak menimbulkan preseden buruk dalam pelaksanaan program nasional.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Shavina Shavira, Hoiruman, mengaku sudah melakukan validasi data, baik dari pengiriman MBG maupun memorandum of understanding (MOU) bahwasanya betul memang ada siswa di SDN Batuporo Timur.

“Pada tanggal 16 September sudah ada dokumen terkait pengiriman dan siswa makan MBG berupa foto dan video,” kilahnya.

Meski demikian, pihak SPPG Shavina Shavira belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait keberlangsungan pendistribusian MBG ke SDN Batuporo Timur.

Baca Juga:  Halalbihalal SPPG se-Pamekasan, BGN Jatim Tekankan Peningkatan Kualitas Menu Makanan

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang telah mendalami dan telah menerima laporan masalah penyaluran MBG tersebut. Kemudian ditemukan secara administrasi sekolah tersebut masih tercatat aktif.

“Secara administrasi, SDN Batu Poro Timur masih aktif. Siswa dan guru masih tercatat dalam Dapodik Kementerian Pendidikan Dasar,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Moh Yusuf, Kamis (22/1/2026).

Yusuf juga menyebut adanya persaingan antara sekolah negeri dengan swasta, khususnya madrasah, yang jadi penyebabnya. Namun dia mendapat informasi dari guru sekolah tersebut bahwa pada hari Senin hingga Kamis siswa belajar di madrasah. Hanya di hari Jumat, siswa kembali belajar di SDN karena madrasah libur. (yan/waw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *