KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memilih Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR), sebuah program pendidikan yang menyasar siswa-siswi dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kondisi wilayah yang masuk kategori daerah miskin ekstrem serta aksesibilitasnya yang menjangkau kecamatan lain dengan kondisi serupa.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Muhammad Aminullah mengatakan, SR yang akan dibangun itu direncanakan mampu menampung hingga 1.000 peserta didik baru dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Menurutnya, Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, dipilih karena letaknya strategis dan mudah diakses dari dua kecamatan lain yang juga masuk dalam kategori miskin ekstrem, yakni Kecamatan Kokop dan Kecamatan Konang. Dengan demikian, keberadaan SR diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga tidak mampu.
Aminullah menjelaskan, calon peserta didik yang akan diterima di SR berasal dari keluarga miskin yang masuk dalam kategori desil satu hingga dua berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Meski begitu, Dinsos Bangkalan juga membuka peluang bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang belum tercatat dalam desil satu dan dua. Untuk memastikan program ini tepat sasaran, pihaknya akan melakukan verifikasi lapangan secara langsung.
“Misalnya ada calon siswa yang tidak masuk data desil satu dan dua, tetapi secara kondisi ekonomi memang tidak mampu, maka bisa melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa,” jelasnya.
Setelah itu, kata Aminullah, Dinsos akan turun langsung ke rumah yang bersangkutan untuk mengecek langsung kondisi keluarganya.
“Kami juga akan melakukan verifikasi faktual atau turun langsung ke rumah calon siswa untuk memastikan benar-benar dari keluarga tidak mampu,” tukasnya. (km95/zul)





