PDI Perjuangan Sumenep Bidik 15 Kursi DPRD, Modal 28 Persen Suara Basis NU

Politik40 views

KABAR MADURA | Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Sumenep tak sekadar menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga momentum menegaskan kekuatan elektoral partai yang kian solid. 

Berbekal capaian signifikan pada Pemilu 2024, yakni berhasil meraih sekitar 28 persen suara dari basis Nahdlatul Ulama (NU), partai berlambang banteng itu kini percaya diri membidik 15 kursi DPRD pada pemilu mendatang. 

Digelar di Islamic Center Bindara Saod, Sabtu (26/4/2026), kegiatan ini dihadiri sekitar 1.000 kader dari tingkat PAC hingga anak ranting se-Kabupaten Sumenep. Hadir langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, serta Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah. 

Baca Juga:  Bung Karno dan Sejarahnya Menggema di Pendapa Keraton Sumenep

Dalam pidatonya, Fauzi menegaskan bahwa capaian suara dari basis warga Nahdliyin pada Pemilu 2024 menjadi bukti kuat bahwa garis perjuangan partai selaras dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Modal politik tersebut, menurutnya, harus dijaga dan ditingkatkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. 

“Target kita jelas, 15 kursi DPRD. Dengan kekuatan yang sudah terbukti, termasuk dukungan besar dari basis NU, ini bukan sekadar target, tapi komitmen yang harus diperjuangkan bersama,” tegasnya. 

Dia menekankan pentingnya soliditas struktur partai hingga tingkat bawah. Seluruh kader diminta tetap bergerak sesuai garis instruksi parta, —turun langsung ke rakyat, menyerap aspirasi, dan memperkuat kerja-kerja kerakyatan. 

Baca Juga:  Bupati Fauzi Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Dinilai Penting untuk Pembangunan Sumenep

Sementara itu, Said Abdullah menyoroti kedekatan ideologis antara kader PDI Perjuangan dengan nilai-nilai Aswaja yang menjadi fondasi warga Nahdlatul Ulama. Menurutnya, keberhasilan meraih 28 persen suara dari basis NU tidak lepas dari kesamaan visi dalam membela umat dan menjaga kebangsaan.

“Ini kekuatan besar. Nilai perjuangan kita sejalan, membela rakyat kecil, menjaga persatuan, dan memperjuangkan keadilan sosial,” ujarnya. 

Namun, dia juga mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat kader lengah. Disiplin dan loyalitas tetap menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik. 

“Jangan pernah menjual partai atau merusak nama baiknya. Siapa pun yang melanggar akan ditindak tegas,” tandasnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *