14 Ribu Ton Bantuan Pangan untuk Madura Baru Disalurkan 30 Persen

Pemerintahan49 views

KABAR MADURA | Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan di Madura bertambah. Tahun 2026 ini, Perum Bulog Cabang Madura sebagai pelaksana bantuan sosial (bansos) telah menyiapkan sekitar 14 ribu ton beras. Sedangkan jumlah penerimanya sekitar 700 ribu KPM.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura, Ahmad Rofii, mengungkapkan bahwa penyalurannya dirapel untuk masa dua bulan sekaligus. Hal ini dilakukan untuk mempercepat stimulus pangan bagi masyarakat. Setiap KPM mendapat jatah 10 kg beras dan 2 liter minyak per bulan. 

“Karena dirapel dua bulan, setiap KPM langsung menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Total alokasi yang kami siapkan mencapai 14.000 ton,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga:  Kecamatan Proppo Masuk Zona Merah Rawan Narkoba, Bupati Pamekasan Siapkan Skema Pencegahan

Kenaikan jumlah KPM didasarkan data common source Badan Pusat Statistik (BPS) yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sebanyak 700 ribu KPM tersebut merupakan data terbaru. Jumlah itu melonjak hingga 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang sekitar 400 ribu KPM. 

Di Pamekasan, berdasarkan data distribusi per kecamatan, tercatat total 152.923 KPM bansos tersebut. Penerimanya tersebar di 13 kecamatan. Kecamatan Proppo dan Palengaan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak.

JJS Kabar Madura

Rincian KPM bantuan pangan tersebut di antaranya di Kecamatan Batumarmar sebanyak 15,725, Galis 3,156, Kadur 10,328, Larangan 9,457, Pademawu 9,968, Pakong 6,590, Palengaan 18,166, Pamekasan 7,441, Pasean 9,427, Pegantenan 15,382, Proppo 20,086, Tlanakan 13,802, dan Waru sebanyak 13,395. 

Baca Juga:  Jelang Tahun Ajaran Baru, Penentuan Lahan Sekolah Rakyat di Pamekasan Belum Final

Rofii memastikan kualitas produk yang diberikan tetap terjaga sesuai standar meskipun jumlah penerima mengalami kenaikan drastis.

Hingga saat ini, progres penyaluran di lapangan telah mencapai 30 persen atau sekitar 4.000 ton. Bulog menargetkan seluruh proses distribusi rampung pada akhir Mei 2026.

“Produknya sama, kualitasnya terjaga. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar data ini benar-benar tepat sasaran hingga ke pelosok kecamatan,” tutupnya. (km96/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *