KABAR MADURA | Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 berlangsung di tengah tekanan ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, khususnya kalangan muda.
Ketua Gen Z Pamekasan Misbahol Munir mengatakan, momentum Harkitnas seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga refleksi untuk membangkitkan semangat generasi muda menghadapi situasi ekonomi yang tidak mudah.
Melemahnya rupiah memang berdampak terhadap berbagai sektor. Harga kebutuhan pokok hingga biaya hidup masyarakat ikut mengalami tekanan. Namun, kata pria atau yang akrab disapa Rahul itu, kondisi tersebut tidak boleh membuat anak muda kehilangan optimisme.
“Semangat kebangkitan nasional hari ini harus dimaknai dengan kemampuan anak muda bertahan dan beradaptasi di tengah tantangan ekonomi. Jangan sampai kondisi rupiah melemah justru membuat generasi muda pesimis,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Alumnus UIN Madura itu menilai, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, salah satunya melalui dukungan terhadap produk lokal dan pengembangan usaha kreatif berbasis digital.
Rahul juga mengajak anak muda agar tidak hanya aktif di media sosial, tetapi mampu menciptakan peluang ekonomi baru di tengah situasi yang serba sulit.
“Anak muda sekarang punya kreativitas dan akses teknologi. Itu harus dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi dan usaha mandiri,” tegasnya.
Selain itu, Rahul berharap pemerintah tetap hadir menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat agar tekanan ekonomi tidak semakin dirasakan masyarakat kecil.
“Momentum Harkitnas ini harus menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah melewati krisis besar dan tetap mampu bangkit. Semangat itu yang harus dijaga bersama,” pungkasnya. (nur/zul)





