KABAR MADURA | Enam sekolah dasar (SD) di Pamekasan mendapatkan alokasi program revitalisasi tahun 2026. Salah satunya adalah SD Negeri Tamberu 2. Program itu menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kota Gerbang Salam. Sebab, SD itu sudah lama bersengketa hingga menyebabkan gedung sekolah disegel dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Diketahui, SD Negeri Tamberu 2 disegel oleh seseorang yang mengklaim sebagai ahli waris pemilik lahan pada 19 Oktober 2025 lalu. Akibat penyegelan itu, ratusan siswa terpaksa belajar di tenda darurat penanggulangan bencana sebagai pengganti ruang kelas. Kondisi itu bahkan masih berlangsung hingga sekarang.
Penyegelan gedung sekolah sebenarnya juga pernah terjadi pada Juni 2024. Namun, segel saat itu dibuka setelah pemerintah kabupaten (pemkab) menjanjikan uang ganti rugi kepada pihak yang bersangkutan. Kala itu, para siswa terpaksa menjalani KBM di teras rumah warga. Aksi penyegelan oleh ahli waris pemilik lahan dilakukan sebagai bentuk protes kepada pihak-pihak terkait.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, tahun ini terdapat enam sekolah yang mendapat jatah revitalisasi, termasuk SD Negeri Tamberu 2 dengan lokasi yang tidak jauh dari gedung sekolah sebelumnya. Sementara pada tahun 2025, terdapat 26 sekolah yang menjadi sasaran program dari kementerian tersebut.
“Selain yang di Tamberu 2, juga di Pasean yang kebakaran itu. Karena program revitalisasi ada yang khusus kategori penanganan bencana juga,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Mantan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan itu menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan waktu pembangunan revitalisasi karena realisasi program dilakukan secara bertahap. Meski demikian, Basri optimistis jumlah sekolah penerima revitalisasi tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk revitalisasi ini bertahap. Misalnya minggu ini ada yang dipanggil 10, minggu berikutnya ada enam, dan seterusnya. Tapi yang penting jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengungkapkan, pemerintah daerah berkomitmen terus memajukan pendidikan di Bumi Pamelingan, termasuk mengupayakan pemenuhan fasilitas hingga ke tingkat kementerian di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Program ini (revitalisasi) cukup bagus. Alhamdulillah untuk Pamekasan ada 6 revitalisasi dan sudah ditentukan lokasinya, termasuk yang sangat krusial di SD Tamberu 2,” tutupnya.
Terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menyampaikan, program revitalisasi menyasar 11.744 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Jumlah itu nantinya akan ditambah hingga mencapai total 71.744 lembaga pendidikan.
”Di Pamekasan sementara ada enam sekolah yang sudah ditetapkan menerima program revitalisasi. Insyaallah nanti ada tambahan untuk tahun ini,” ungkapnya. (nur/zul)





