KABAR MADURA | Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan resmi dapat diakses oleh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak 4 Juni 2026. Kabar tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Madura, khususnya penderita penyakit jantung yang membutuhkan penanganan cepat.
Dengan adanya layanan tersebut, pasien yang mengalami serangan jantung tidak lagi harus dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan tindakan pemasangan ring jantung. Selain lebih dekat, penanganan juga bisa dilakukan lebih cepat tanpa dibebani biaya tinggi karena telah terkaver BPJS Kesehatan.
Dokter Spesialis Jantung RSUD Smart Pamekasan, dr. Vitriyaturrida, menjelaskan, layanan Cath Lab yang dijamin BPJS Kesehatan hanya berlaku untuk kondisi darurat serangan jantung.
Menurutnya, secara umum serangan jantung terbagi menjadi dua jenis, yakni ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) dan Non-ST-Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI). Sementara untuk tindakan yang bersifat elektif atau terencana, belum dapat dikaver oleh BPJS Kesehatan.
“Kasus yang bisa dikaver BPJS adalah serangan jantung total atau STEMI, artinya sumbatannya seratus persen. Kalau NSTEMI sumbatannya masih parsial, kurang dari seratus persen, tapi dengan gangguan hemodinamik seperti tensi turun, nyeri dada hebat, atau gangguan irama. Jadi hanya dua kasus darurat itu yang bisa dikaver BPJS,” jelasnya, Senin (22/6/2026).
Dia menambahkan, keberadaan Cath Lab di RSUD Smart memberikan kemudahan besar bagi masyarakat Madura yang membutuhkan penanganan penyakit jantung. Pasien dalam kondisi darurat kini dapat segera memperoleh tindakan medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar pulau.
Sebelum layanan Cath Lab tersedia di RSUD Smart Pamekasan, pasien yang membutuhkan pemasangan ring jantung harus dirujuk ke rumah sakit di luar Madura. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala karena penanganan serangan jantung membutuhkan kecepatan waktu untuk meminimalkan risiko komplikasi maupun kematian.
“Alhamdulillah dengan terkavernya BPJS ini, ada pemerataan. Jadi semua orang bisa mendapatkan kesempatan terapi optimal pada pasien serangan jantung. Sejak awal bisa BPJS, sudah ada belasan pasien yang kami tangani,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai inovasi dan pengembangan layanan kesehatan yang sudah tersedia.
“Layanan rumah sakit harus ada progresnya, dan terpenting menyeluruh serta paripurna,” singkatnya. (nur/zul)





