KABAR MADURA | Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumenep tahun 2026 telah resmi terpilih. Namun, meski pelaksanaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tinggal beberapa pekan lagi, anggaran pengadaan seragam senilai Rp200.345.280 hingga kini belum direalisasikan.
Dana ratusan juta rupiah tersebut telah disiapkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep untuk memenuhi kebutuhan seragam anggota Paskibraka Sumenep dan para pelatih. Sayangnya, proses pembelanjaan masih belum dilakukan karena masih berada pada tahap perencanaan.
Kepala Bakesbangpol Sumenep, Achmad Dzulkarnain, membenarkan bahwa anggaran tersebut merupakan alokasi rutin yang disediakan setiap tahun untuk mendukung pelaksanaan kegiatan paskibraka.
“Kalau anggarannya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena jumlah anggota paskibraka yang direkrut juga relatif sama,” ujarnya.
Meski demikian, hingga akhir Juni ini belum ada realisasi pengadaan seragam. Padahal, seluruh anggota paskibraka sudah ditetapkan dan dalam waktu dekat akan memasuki masa pelatihan intensif menjelang upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Dzulkarnain berdalih proses pengadaan belum dilakukan karena masih tersedia waktu yang cukup sebelum pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang.
“Biasanya menjelang Hari Kemerdekaan baru mulai dilakukan pembelanjaan seragam,” katanya.
Menurut dia, anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan dua jenis seragam, yakni seragam latihan dan seragam resmi pengibaran bendera. Selain untuk anggota paskibraka, kebutuhan seragam para pelatih juga masuk dalam alokasi anggaran tersebut.
Sementara itu, puluhan peserta yang dinyatakan lolos seleksi masih menunggu jadwal pelatihan resmi dari Bakesbangpol. Latihan yang menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan upacara diperkirakan baru akan dimulai pada Juli atau awal Agustus.
“Untuk latihannya belum dimulai. Kemungkinan bulan Juli atau awal Agustus,” imbuh Dzulkarnain. (ara/waw)





