Antrean BBM Mengular di Bangkalan, Diskop Umdag Ungkap Penyebabnya

KABAR MADURA | Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bangkalan dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

Salah seorang admin SPBU di Bangkalan, yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan, pasokan BBM dari Pertamina sejauh ini masih berjalan normal, terutama untuk BBM bersubsidi.

Menurutnya, kekosongan BBM yang kerap terjadi di SPBU bukan disebabkan berkurangnya pasokan. Kondisi itu lebih dipicu banyaknya masyarakat yang beralih membeli BBM langsung ke SPBU karena Pertalite mulai sulit ditemukan di tingkat pengecer.

“Kami hanya menunggu pengiriman, pasokan yang dikirim normal terutama BBM subsidi seperti biasa dikirim 8 ribu liter setiap harinya,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Baca Juga:  BBPJN Sudah Survei Lokasi, Jalan Akses UTM-Suramadu Ditargetkan Dibangun Tahun Ini

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, Moh. Rasuli, mengatakan, pihaknya telah turun langsung melakukan pemantauan. Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan, perubahan jadwal pengiriman BBM menjadi pemicu utama terjadinya antrean panjang di SPBU.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Hasil koordinasi stok aman, kuotanya tetap cuma pengirimannya mengalami keterlambatan yang biasanya pagi-siang kini menjadi sore-malam. Sehingga stok di SPBU sampai habis, baru setelah dikirim banyak diserbu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rasuli menambahkan, pembelian BBM oleh masyarakat tetap dipantau agar rantai pasok dan permintaan berjalan normal. Sebab itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Baca Juga:  Harga Material Naik, Volume Pembangunan Jalan di Bangkalan Terancam Menyusut

Melihat kondisi pasokan yang masih aman, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing melakukan pembelian dalam jumlah besar.

“Kami sudah membuat flayer imbauan kepada masyarakat dan SPBU dan jangan panic buying,” imbuhnya.

Dia juga menegaskan, hingga saat ini tidak ada informasi mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan penimbunan karena dapat berujung pada sanksi pidana.

“Harga BBM subsidi tidak naik, kami berharap pada masyarakat membeli BBM subsidi sesuai kebutuhan dan jangan menimbun karena bertentangan dengan undang-undang,” pungkasnya. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *