KABARMADURA.ID | PAMEKASAN–Untuk meningkatkan taraf hidup pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memfasilitasi lokasi berjualan secara gratis dengan meluncurkan dua sentra PKL.
Peresmian berlangsung di food colony di Jalan Kesehatan Pamekasan dan Sae Rassah di Jalan Kesehatan Pamekasan, Minggu (22/1/2023).
Bagi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, tujuan dibuatnya sentra PKL itu untuk peningkatan ekonomi masyarakat berbasis usaha kecil menengah (UKM). Baginya, dengan pola kemandirian usaha, mampu memancing semangat untuk meningkatkan derajat kehidupannya.
“Pembangunan sentra PKL ini buat karena kami mau menjadikan tempat ini sebagai tempat kesejahteraan bagi masyarakat yang berdagang di pinggir jalan, biar semakin aman, biar semakin tertib,” paparnya.
Disampaikan pula, dengan berjualan di dua lokasi itu, para pedagang tidak dipungut uang sepeser pun. Sedangkan untuk memajukan usaha mereka, pihaknya sedang merancang dukungan modal usaha.
“Tujuannya adalah agar dagangannya semakin laku, semakin makmur, semakin laris, sehat, dan masyarakat mendapatkan pelayanan dari pemerintah dengan benar, dengan cara begitu tingkat kesejahteraan masyarakat semakin bagus,”ujarnya.
Di lokasi itu juga akan direkomendasikan berbagai acara pemerintahan. Bahkan para aparatur sipil negara (ASN) akan didorong untuk berbelanja kebutuhannya dilokasi tersebut.
Tahun 2023 ini, Pemkab Pamekasan sedang getol memulihkan perekonomian. Ditargetkan, akhir 2023 nanti tingkat kemiskinan di Pamekasan semakin ditekan. Saat ini masih di angka 13,60 persen
Para pedagang di sentra PKL juga akan dilatih juga mengenai kualitas gizi dan kebersihan penyajian makanan dan minumannya.
“Kami juga akan bekerja sama dengan TNI Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan untuk memastikan berjualan di sini aman dan nyaman,” ulas mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur itu.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Pamekasan Muttaqin menjabarkan, terdapat 240 unit kios yang dibangun di food colony. Saat ini sudah 182 kios yang ditempati, masih 58 kios yang tersisa. Sedangkan di Sae Rassah, terdapat 64 kios, namun 62 di antaranya sudah ditempati.
“Di awal kepemimpinan bupati Pamekasan telah berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan melalui sektor ekonomi masyarakat. Salah satu arah kebijakannya mempercepat kewilayahan dan perekonomian masyarakat, maka pembangunan sentra PKL ini bagian dari agenda pookoknya,” tutur Muttaqin.
Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Pamekasan Moh. Toha menyampaikan, fasilitasi tempat berjualan yang diberikan kepadanya sangat diapresiasi, karena yang semula berjualan penuh resiko di pinggir jalan. Saat ini sudah berada di tempat yang aman dan nyaman serta strategis.
“Pemberian sarana ini merupakan penghormatan bagi kami, paling tidak kami dari PKL statusnya naik level lagi menjadi pedagang. Ketika sudah menjadi pedagang, paling tidak keamanan dan fasilitasnya sudah sangat layak sekali,” ujarnya.
Dalam peresmian itu, bupati Pamekasan didampingi oleh penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Nurul Widiastutik, Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Ubaydillah, Kapolres Pamekasan AKBP Satria Permana, kepala Diskop UKM dan Ketenagakerjaan dan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Hermanto, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Wawan A. Husna





