KABAR MADURA | Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati memastikan, akan melanjutkan program pelatihan kerja berbasis kompetensi pada tahun ini.
Menurutnya, program pelatihan sangat penting untuk membantu masyarakat mendapatkan keterampilan guna meningkatkan peluang kerja. Oleh karena itu, tahun ini pihaknya akan menambah jenis pelatihan.
“Pelatihan ini menjadi penting karena setidaknya program ini akan mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat kita,” ungkapnya, Kamis (13/3/2025).
Pada tahun sebelumnya hanya terdapat lima jenis pelatihan, meliputi bordir, desain grafis, menjahit, tata rias, dan tata boga. Tahun ini, jumlahnya bertambah menjadi tujuh jenis pelatihan.
Jenis pelatihan baru tersebut, meliputi pembuatan kue dan roti, tata rias, las, servis sepeda motor, servis AC, barista, dan desain grafis.
Setiap pelatihan akan diikuti oleh 16 peserta, kecuali pelatihan barista yang memiliki kuota khusus untuk 25 peserta.
Dengan adanya penambahan jenis pelatihan ini, total peserta yang bisa mengikuti program meningkat dari 50 orang pada tahun sebelumnya. Tahun ini menjadi 121 orang.
“Berdasarkan analisa kita di lapangan, penambahan dan penentuan jenis pelatihan yang akan digelar tahun ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Program pelatihan akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan mulai bulan April, sementara tahap kedua masih dalam tahap pembahasan.
Untuk menyukseskan pelaksanaan program pelatihan, Diskop UKM dan Naker Pamekasan telah mengalokasikan anggaran Rp500 juta. Meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp350 juta. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun 2025.
“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh, baik dengan membuka usaha sendiri maupun bekerja di perusahaan,” pungkasnya. (km62/din)





