Amalia Desi Wahyuni: Selangkah Lagi Jadi Instruktur Zumba Profesional Termuda

News200 views

KABARMADURA.ID | Bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita memang tidak mudah. Banyak hal yang dikorbankan, mulai dari tenaga hingga pikiran. Namun, semua itu bisa terbayar tuntas jika apa yang dicitakan terwujud. Itulah yang saat ini Amalia Desi Wahyuni usahakan. Dia merupakan penari sekaligus guru tari di salah satu sanggar tari di Pamekasan. 

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN 

Meski sudah gemilang dengan karirnya yang sekarang, tidak membuat Amalia berdiam diri. Justru, dara cantik kelahiran 14 Desember 1999 itu terus mengembangkan diei. Saat ini, Amalia sedang menyiapkan diri dalam kepesertaannya mengikuti training Zumba Instruktur Network (ZIN). Training itu merupakan lisensi profesional untuk instruktur Zumba. 

Menurut Amalia, di Pamekasan hanya ada tiga orang yang memiliki lisensi profesional tersebut. Dengan kepesertaannya pada training itu, dirinya menjadi satu-satunya instruktur zumba profesional termuda di Pamekasan. 

“Trainingnya Sabtu ini tanggal 16. Kalau sudah ikut pelatihan, bisa disebut Zin Amalia. Kemudian, nanti ada tingkatannya lagi. Meski hanya sebatas instruktur yang notabene semua orang bisa melakukannya, lisensi itu penting untuk menunjang eksistensi diri kita,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Kamis (14/12/2023). 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Keikutsertaannya di training ZIN tidak mudah, harus merogoh goceng yang lumayan besar. Namun, ia percaya, melalui itu dirinya bisa mengembangkan karir di dunia tari. Baginya, tarian adalah sebuah kehidupan. Tidak hanya sebatas gerakan tubuh. Namun ada makna tersendiri dalam setiap gerakan. 

Lulusan terbaik IAIN Madura tahun 2022 itu mengawali karirnya di dunia tari sejak kelas 4 SD, saat dia menari di ajang pentas seni sekolah. Sejak itulah, dia mendalami seni tari secara profesional. 

Prestasinya di bidang tari ataupun di akademik cukup memuaskan. Terbukti dengan diraihnya beberapa lomba yang dia ikuti, seperti juara 2 Debat Ilmiah Tingkat Mahasiswa Jawa Timur, harapan 2 Debat Pendidikan se-Indonesia, juara 2 Lomba Tari Tradisional Tingkat SMA se-Madura.

Kemudian, juara 1 Tari Kreasi Umum Kabupaten Pamekasan, dan lainnya. Bahkan, ia juga berhasil menjadi semifinalis Duta Balai Bahasa Jawa Timur. 

“Zumba itu perpaduan antara fitnes dan dance. Itulah kenapa saya juga mendalami zumba secara profesional. Tarian bisa dikemas dengan sedemikian rupa, tidak monoton,” ungkap gadis yang beralamat di Jalan Trunojoyo Gg 7 itu. 

Redaktur: Sule Sulaiman

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *