KABAR MADURA | Anggaran penanggulangan banjir berupa pembangunan drainase di Kabupaten Sumenep merosot drastis. Padahal pada 2024 lalu dianggarkan Rp3 miliar. Sementara pada 2023 senilai Rp3,9 miliar dan pada 2022 sebanyak Rp4 miliar.
Kendati sudah dianggarkan, namun pembangunan drainase belum bisa dilakukan. Sebab, masih dalam tahap perencanaan.
“Sebenarnya, ingin cepat dilakukan, agar potensi banjir dan genangan sedikit teratasi,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumenep Eri Susanto melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dedi Falahuddin, Rabu, (29/1/2025).
Eri berjanji, pada Februari-Maret sudah selesai lelang. Baru kemudian akan dilakukan pengerjaan. Mengenai lokasinya, kata Eri, di Jalan Dr. Cipto, ada sebagian daerah di Kecamatan Pragaan Sumenep, dan daerah lainnya.
“Untuk dibangun (drainase) keseluruhan, rasanya tidak mungkin. Sebab disesuaikan dengan anggaran yang ada,” tuturnya.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M.Muhri mengutarakan, pembangunan drainase memang perlu percepatan, untuk mengatasi persoalan banjir. Utamanya, di daerah Kota Sumenep.
“Kami Komisi III direncanakan besok akan kami panggil organisasi perangkat daerah (OPD) teknis,” ucap dia.
Politisi PKB ini menegaskan, pembangunan drainase memang dianggarkan setiap tahun, tetapi manfaatnya masih belum begitu terasa. Indikasinya, saat ini, di Sumenep masih rawan banjir.
“Hal ini tentu menjadi evaluasi. Apakah pekerjaannya yang kurang optimal atau memang sasaran pembangunannya yang kurang tepat,” kata dia. (imd/din)





