KABAR MADURA | Sekitar Puskesmas Pragaan dan Pesantren Al-Amien Prenduan menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep telah mengajukan anggaran penanganan banjir di Kecamatan Pragaan itu sebesar Rp8 miliar. Namun yang disetujui jauh dari harapan, yakni hanya Rp200 juta.
Kepala Bidang Air Minum dan PLP Dinas PUTR Sumenep Dedi Falahudin mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Surat yang dilayangkan berisi deskripsi permasalahan banjir yang kerap melanda area Puskesmas Pragaan dan Pesantren Al-Amien, termasuk akibat kurangnya akses saluran air atau drainase.
“Pengajuan sudah dikirim sejak Desember lalu, tetapi kami tidak bisa memastikan kapan akan mendapatkan respons dari pemerintah pusat,” ujar Dedi, Rabu (12/3/2025).
Dijelaskan, penyebab utama banjir di Kecamatan Pragaan itu adalah penyempitan saluran di ujung muara yang mengarah ke laut, sehingga menghambat aliran air. Berdasarkan kajian yang dilakukan, dibutuhkan anggaran Rp8 miliar untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Yang jelas, surat permohonan sudah masuk dan harapannya bisa mendapatkan perhatian lebih. Namun, pada 2025 ini, anggaran yang tersedia hanya Rp200 juta,” imbuhnya.
Dengan keterbatasan anggaran itu, upaya penanganan banjir di Kecamatan Pragaan kemungkinan masih belum bisa berjalan maksimal. Pemerintah harus segera mencari solusi lain untuk permasalahan ini. (ara/zul)





