Dialog lingkungan bertajuk “Sumenep di Ujung Tanduk” menyoroti persoalan tambang ilegal, krisis air bersih, banjir, dan kerusakan lingkungan di Kabupaten Sumenep.
Banjir Sumenep
Hotel Myze dan BHC Berdiri di Lahan Resapan Air, Diduga Jadi Pemicu Banjir di Sumenep Sulit Surut
Banjir juga merendam wilayah penyangga, yang sebelumnya aman dari banjir. Wilayah itu seperti Kebonagung, Batuan, Babbalan, hingga Patean. Hotel Myze dan Baghraf Health Clinic (BHC) diduga kuat menjadi salah satu pemicu lambatnya banjir itu surut.
Anggaran Penanganan Banjir Pragaan Sumenep hanya Rp200 Juta
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep telah mengajukan anggaran penanganan banjir di Kecamatan Pragaan itu sebesar Rp8 miliar. Namun yang disetujui jauh dari harapan, yakni hanya Rp200 juta.
Anggaran Penanganan Banjir di Sumenep Terancam Dipangkas
Anggaran penanggulangan banjir berupa pembangunan drainase di Sumenep berpotensi besar menjadi sasaran realokasi anggaran. Padahal anggaran itu sangat dibutuhkan, terutama untuk daerah perkotaan yang kerap kali dilanda banjir.
Normalisasi Tidak Mampu Taklukkan Banjir Sumenep yang Rutin setiap Tahun
Proyek normalisasi sungai menjadi program rutin setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Meski demikian, penganggaran itu terkesan tidak berguna untuk mengatasi banjir di Kota Keris ini.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









