Meruntuhkan Sekat Bisnis Rokok, CV Ayunda Permata Sejahtera Genapi Santunan 1.000 Anak Yatim

Berita16 views

KABAR MADURA | Di dalam sebuah gudang tembakau di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, aroma industri yang biasanya kaku mendadak luruh. Berganti dengan gema shalawat yang menggetarkan langit-langit ruangan.

Bukan aktivitas buruh pabrik yang terlihat pada puncak 10 Muharram 1448 Hijriah itu, melainkan pemandangan mengharukan: sekitar 600 anak yatim piatu dan duafa duduk bersila, melantunkan doa dengan tangan-tangan kecil yang menengadah ke atas.

Hari itu, CV Ayunda Permata Sejahtera tidak sedang memproduksi rokok lokal mereka. Sang pemilik, H. Bambang Budianto, sedang melunasi sebuah janji pada masa lalunya.

Bagi H. Bambang, Muharram bukan sekadar pergantian kalender Islam atau momentum seremonial tahunan. Bulan ini adalah cermin retak dari masa kecilnya sendiri—sebuah fase hidup yang ia lalui dalam kepahitan spiritual dan materi sebagai seorang anak yatim yang tumbuh tanpa pelukan ayah dan ibu.

“Saya pernah berada di posisi mereka. Saya tahu persis bagaimana rasanya tumbuh dalam keterbatasan dan kesunyian tanpa orang tua,” tutur H. Bambang dengan suara bergetar.

Ketika ia menatap 600 pasang mata polos yang memadati gudang perusahaannya, H. Bambang tidak sedang melihat orang asing. Ia sedang melihat dirinya sendiri di masa lalu.

Trauma dan luka batin itulah yang kini ia sulap menjadi bahan bakar gerakan kemanusiaan yang masif.

Bukan Sekadar Angka: Genap 1.000 Senyuman di Bulan Muharram

Aksi di Gudang Pademawu ini merupakan hulu dari hilir rangkaian panjang yang melelahkan namun melegakan. Sebelumnya, tim kemanusiaan perusahaan telah bergerak menyisir berbagai wilayah di Pamekasan, termasuk menggelar santunan di Resto Aisyah, Desa Panempan.

Tepat pada hari Asyura (10 Muharram), sebuah target besar berhasil digenapi: 1.000 anak yatim telah menerima santunan dan dekapan kasih sayang sejak awal bulan.

“Target seribu anak ini bukan soal gagah-gagahan angka statistik,” tegas H. Bambang. “Ini tentang menghadirkan harapan konkret bahwa mereka tidak berjalan sendirian di dunia yang keras ini.”

Meruntuhkan Sekat, Membesarkan Manfaat

Di tengah arus modernisasi di mana banyak korporasi terjebak dalam perlombaan menumpuk aset fisik, CV Ayunda Permata Sejahtera justru mengambil arah putar balik: mereka memilih membesarkan manfaat.

Baca Juga:  Sambut Hardiknas 2026, JJS SDN Barkot 3 Berhadiah Umrah dari PR CV Ayunda Berjalan Meriah

Model bisnis yang humanis ini kemudian melahirkan berbagai program sosial yang berjalan sepanjang tahun, melampaui sekat-sekat bisnis rokok pada umumnya.

Pertama, sektor spiritual, yakni memberangkatkan umrah gratis bagi guru ngaji, tokoh masyarakat, dan karyawan.

Kedua, sektor sosial-ekonomi berupa bedah rumah tidak layak huni, santunan berkala lansia, dan bantuan dhuafa.

Ketiga, sektor infrastruktur dan pendidikan, yaini pembangunan akses jalan desa dan kucuran beasiswa bagi anak-anak kurang mampu.

Air Mata di Akhir Doa

Acara sore itu ditutup dengan pemandangan yang membuat suasana gudang menjadi begitu magis. Ketika ratusan anak yatim tersebut mulai mendoakan kelancaran usaha dan keberkahan bagi para dermawan, H. Bambang tak lagi mampu menyembunyikan air matanya.

Bagi pengusaha sukses ini, keuntungan materi terbesar dalam bisnisnya bukanlah laporan keuangan yang hijau di akhir tahun.

“Ketika melihat mereka mengangkat tangan dan mendoakan kami secara tulus, saya sadar itulah nikmat tertinggi yang Allah titipkan. Rezeki ini hanya mampir di rekening kami, tapi hakikatnya adalah milik mereka,” pungkasnya. (*)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *