KABAR MADURA | Lantaran kondisi atap sejumlah ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Madulang 2 Kecamatan Omben Kabupaten Sampang yang ambruk, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa harus numpang di rumah warga sekitar.
Plt Kepala SDN Madulang 2 Omben Sampang Hafiluddin mengatakan, sejumlah atap ruang kelas yang mengalami ambruk tersebut, memang sebelumnya sudah tidak ditempati, lantaran kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Bahkan pihaknya mengaku sudah melaporkan insiden tersebut kepada pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Namun hingga saat ini belum solusi dan perhatian serius.
“Sebelum kejadian, para siswa sudah diungsikan ke rumah warga untuk tetap bisa melangsungkan proses KBM. Karena memang kondisi atapnya sudah rapuh,” ujar Hafiluddin saat dikonfirmasi Kabar Madura. Kabar Madura

Salah seorang guru SDN Madulang 2 Omben Sampang Ahmad Susanto menerangkan bahwa keputusan mungungsingkan para siswa ke rumah warga merupakan langkah yang terbaik untuk sementara ini. Sebab belum solusi yang lebih baik.
Susanto menceritakan, sebelumnya sudah pernah diberlakukan shift KBM, namun para siswa malah banyak yang tidak masuk sekolah. Oleh sebab itu, proses KBM terpaksa ditempatkan di rumah warga setelah dipastikan mendapat ijin dari pemilik rumah.
“Kami sudah mengungsikan para siswa ini dua pekan sebelum kejadian ambruk, meliputi siswa kelas I, II, dan III. Ruang kelas yang ambruk ini, yakni kelas IV, V dan VI,” bebernya.
Jumlah yang belajar di rumah warga itu ada sekitar 69 siswa. Untuk itu, Susanto berharap segera ada tindakan dan perhatian serius dari Disdik setempat.
“Harapan kami saat ini, semoga cepat dibangun ruang kelas baru. Sehingga aktivitas KBM lancar seperti biasanya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Fadeli belum bisa dimintai keterangan ikhwal menyikapi kondisi sejumlah gedung sekolah di SDN Madulang 2 yang ambruk tersebut. Berkali-kali dihubungi belum mendapat respon dari yang bersangkutan hingga berita ini diterbitkan. (sub/waw)





