Wisuda IV STEI MM Pamekasan Tekankan Pentingnya Kontribusi Nyata bagi Masyarakat

Pendidikan124 views

KABAR MADURA | Rapat Senat Terbuka Wisuda IV Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Masyarakat Madani (STEI MM) Pamekasan Tahun Akademik 2024/2025 berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Azana, Pamekasan, Senin (27/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Slamet Ariyadi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur R. Harisandi Savari, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Ketua STEI MM Pamekasan Dr. (Cand) Moh. Romli, S.E.I., M.E.I., dalam sambutannya menyampaikan, lulusan tidak hanya berhenti pada capaian akademik, tetapi harus mampu menjadi agen perubahan dan penggerak ekonomi di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Fokus Pulihkan Fisik Pemain, Rakhmad Basuki Pimpin Latihan Madura United usai Lebaran

“Wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu di dunia nyata dan berkontribusi terhadap kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap para lulusan dapat mengabdi kepada masyarakat serta berperan aktif dalam memajukan bangsa. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus memberi manfaat dan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

“Saya harap mereka bisa memposisikan diri di tempat yang bermanfaat. Tidak hanya bekerja di lembaga formal, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri sebagai entrepreneur,” tambahnya.

Pada wisuda keempat kali ini, STEI MM Pamekasan secara resmi mewisuda 38 mahasiswa, terdiri atas 20 lulusan Program Studi Ekonomi Syariah dan 18 lulusan Akuntansi Syariah.

Baca Juga:  Wujudkan Pamekasan Bersih, Bupati Kiai Kholil Pimpin Kerja Bakti di Kawasan Kota

Dr (Cand) Moh. Romli juga menekankan pentingnya nilai moral dan spiritual dalam pengamalan ilmu ekonomi berbasis syariah. Ia mengutip pesan Al-Qur’an tentang mundzirul qoum, yakni sosok berilmu yang mampu memperbaiki kondisi sosial masyarakat.

“Kami ingin lulusan STEI MM tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial. Ilmunya harus bisa memberi solusi dan perubahan di lingkungannya,” pungkasnya. (rul/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *