Cerita Denisa Annoerizi Yulia Menjaga Seni Tradisi; Belajar Tembang sejak Kecil hingga Kuasai Tujuh Gending

Berita, News257 views

KABAR MADURA | Menjaga seni tradisi tetap lestari merupakan hal yang tidak mudah. Salah satunya sinden. Ditengah maraknya lagu modern dengan berbagai genre, tidak banyak masyarakat yang mau berkiprah di dunia sinden, utamanya anak muda. Faktornya beragam, mulai dari tembang lagu yang dianggap tidak jelas dan kuno, terlalu susah untuk mempelajari teknik tembang, dan lainnya. Namun tidak bagi Denisa Annoerizi Yulia, pesinden muda asal Kelurahan Kolpajung, Pamekasan.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Denis, begitu ia disapa. Sejak kecil sudah dekat dengan kesenian tradisional. Hal itulah yang membuat ia tergerak untuk tetap melestarikan sinden. Sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar (SD), Denis kecil mulai mempelajari teknik sinden dengan tekun. Tidak hanya satu atau dua tahun untuk bisa menguasai tekniknya. Ia baru bisa nembang lagu ala pesinden profesional saat kelas IX SMP.

“Kebetulan kakek seorang dalang. Jadi dari kecil memang dekat dengan kesenian, seolah terbawa arus,” ceritanya, Kamis (5/12/2024).

Kata Denis, menguasai teknik tembang lagu sinden cukup susah dibandingkan teknik lagu-lagu pada umumnya. Kendati demikian, kini ia telah berhasil menguasai tujuh gending (genre tembang). Salah satunya gending yang paling susah dikuasai di antara semua genre, yakni gending puspowarno. Selain menguasai tujuh gending itu, gadis kelahiran 2002 itu sudah berhasil pentas di berbagai daerah.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Salah satunya pernah pentas di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarta, dan kemarin baru saja tampil di Jatim Art Forum di Gresik,” terang mahasiswa Universitas Madura tersebut.

Bagi Denis, adanya regenerasi pesinden di Pamekasan adalah target utamanya. Sebab selama ini sedikit yang menggandrungi tembang lagu khas sinden. Padahal, menurutnya, seni tradisi itu harus tetap dilestarikan di tengah kemajuan zaman.

“Selain nyinden, kebetulan saya juga aktif di lagu pop. Kadang terima job di kafe atau nikahan,” tukas anggota Sanggar Seni Makan Ati itu. (zul)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *