KABAR MADURA | Dimas Bagus Dwi Prasetyo, tidak asing lagi terdengar di internal Madura United. Meski bukan seorang pemain, namun dia memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan performa pemain. Sejak musim 2024-2025 lalu, Dimas dipercaya sebagai Fisioterapis Laskar Sape Kerrab.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Pria kelahiran 8 Juli 1998 itu bercerita mengenai awal kecintaannya ke dunia fisioterapi. Semuanya berawal dari dirinya yang mengalami cedera saat masih SMA. Kala itu, penanganan pertama atas cederanya tidak membuahkan hasil.
Cedera yang dideritanya tidak kunjung sembuh, sehingga dia harus mendapatkan penanganan fisioterapi. Sejak itulah, Dimas bertekad untuk mendalami dunia fisioterapi melalui pendidikan yang ditempuh di perguruan tinggi.
“Awal berkarir di tahun 2021. Waktu itu di Borneo FC. Kemudian lanjut ke salah satu klinik di Surabaya dan dua tahun kontrak habis, di situlah ada keinginan untuk kembali ke bola, dan pada akhirnya bergabung di Madura United,” jelasnya, Rabu (9/7/2025).
Selama di Madura United, Dimas mengaku, cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang sekitar, baik dari manajemen Madura United ataupun orang Madura secara umum. Sehingga, dalam proses perjalanan karirnya di Madura United tidak ada kendala yang cukup signifikan. Meski pada kenyataannya, Dimas tidak menampik, terkadang dia kesulitan untuk berkomunikasi dengan pemain asing karena bahasa. Namun, hal itu bisa teratasi.
“Dinamika penanganan kepada pemain tentu memiliki kesan berbeda-beda. Seperti waktu rehab Haudy Abdilah, karena pas Piala Presiden dia patah tangan. Kami tim medis menangani dari setelah operasi sampai dia 100 persen bisa perform di lapangan,” terangnya.
Pria asal Lampung itu mengaku, ada kesan tersendiri selama bersama Madura United dalam satu tahun terakhir ini, yakni kerjasama dan solidaritas antar lini sangat kuat.
“Tentunya kami sudah mulai bersiap untuk menyambut musim depan,” tutup pria berusia 27 tahun itu. (zul)





